MAKASSAR, BKM– Universitas Hasanuddin (Unhas) sampai saat ini terus menggenjot pemanfaat aset Unhas untuk pengembangan dan kesejahteraan kampus. Bahkan aset unhas yang sampai saat ini belum tersertifikasi, segera disertifikatkan.
Direktur Inovasi dan Kewirausahaan Unhas, Muh Akbar mengataan, berbicara mengenai penyelematan atau pengamanan aset Unhas sudah ada devisi sendiri-sendiri. Terkhusus untuk di bagiannya, Akbar mengaku jika sampai saat ini pemanfaatan aset masih sementara berproses pengerjaannya untuk mengumpulkan semua aset Unhas untuk dijadikan lahan bisnis, terlebih lagi pasca Unhas telah berubah status menjadi PTN-BH.
“Terbengkalai aset kita seperti di worshop itu, kita sementara dalam proses kerjasama itu. Kita akan buat kerjasama bengkel dengan Toyota untuk menjadi bengkel resmi, mahasiswa juga bisa melakukan kegiatan resmi,” jelas Muh Akbar.
Dia menambahkan, pengamanan aset berupa tanah juga penting untuk segera disertifikatkan. Termasuk pemberian batas-batas Unhas. Ada beberapa aset tanah kita yang sudah kita kerjasamakan ke bagian usaha hotel, rumah sakit, restoran dan peternakan, pertanian dan tambak,” katanya.
Sementara itu, Direktur Riset Inovasi dan Pengembangan Unhas, Prof Sudirman MP mengaku, jika besar aset yang dimiliki Unhas jangan menjadi beban, namun justru harus dimanfaatkan untuk menjadi sumber pendapatan bagi kampus.”Ini upaya bu rektor untuk mengupayakan aset bukan jadi beban namun menjadi sumber, jadi pengelolaannya harus diperbaiki. Untuk SDM juga akan kami kedepankan dan itu sudah berjalan,” tuturnya.
Bahkan, pihak kampus langung mematok target pemasukan yang lebih tinggi mencapai Rp450 miliar, karena tidak ada batasan lagi dari kementerian dengan adanya status PTN-BH tersebut.”Banyak potensi Unhas yang bisa memberikan keuntungan, diantaranya peternakan sapi sebanyak 200 benih sapi, dan terus dikembangkan serta ditingkatkan jumlah lebih besar lagi dengan mengembangkan kandang percobaan,” jelasnya. (ita)
Unhas Genjot Pemburuan Aset
×

