MESKI Partai Demokrat telah mengusung pasangan Capres dan Cawapres Prabowo-Sandi, namun kebijakan Partai berlambang bintang mercy ini mulai melunak.
Partai yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini kembali bermanuver dengan memberi kesempatan kepada kader partai di daerah tertentu untuk bebas memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden. Bahkan sebagian kader diberikan kesempatan untuk mendukung pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin di Pilpres mendatang.
Kebebasan sejumlah daerah untuk memilih Jokowi-Ma’ruf agar suara demokrat di Pileg mendatang tidak anjlok, khususnya di daerah Papua, Kalimantan, Jawa Barat, Nusa Tenggara dan Jawa Timur.
Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasmas) Partai Demokrat untuk Pilpres 2019 Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) menegaskan bahwa kader Demokrat bebas menentukan pilihan saat pilpres 2019 nanti. “Partai Demokrat itu partai yang sangat demokratis. Kita ingin memberikan peluang kepada para kader untuk menentukan sikapnya,” ujar AHY.
Sebagian kader Demokrat juga di berbagai daerah. Bahkan secara resmi dan terang-terangan menyatakan dukungan memenangkan Jokowi-Sandi.
Meski demikian, Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah tetap berjanji akan menyolidkan kader dan pendukungnya untuk memenangkan Prabowo-Sandi di Pilpres mendatang. Menurut dia, tak ada kebebasan untuk kader Demokrst Sulsel mentukan pilihan. Akan tetapi semuanya satu suara, berjuang dan bekerjasama dengan parpol pengusung demi mencapai kemengan bersama. “Tidak seperti di luar, kita di Sulsel akan solid memenangkan Prabowo-Sandi,”ujar Ulla disela sela perayaan ulang tahun Partai Demokrat di Grand Claro Hotel, Senin (10/9) malam.
Untuk itu, Ulla yang tak lain adalah wakil ketua DPRD Sulsel ini mengemukakan bahwa apa yang menjadi keputusan DPP Partai Demokrat. Kader di Sulsel akan menjalankan dan akan memperoleh hasil memuaskan. “Kami dari dulu taat azas, apa yang diputuskan oleh DPP sepenuhnya akan kami jalankan, bekerja keras untuk memperoleh hasil terbaik,” katanya.
Ulla juga berharap kader Partai Demokrat, utamanya para anggota DPR RI, DPRD Sulsel dan DPRD Kabupaten Kota solid untuk introspeksi sejauh mana perjalanan Partai Demokrat hingga usia ke 17 ini masih eksis dan masih berkiprah dan tetap konsisten berpihak pada rakyat. “Saya kira Alhamdulillah, kita sudah rasakan suka dukanya selama 17 tahun dan sampai hari ini kita masih eksis dan masih berkiprah serta tetap konsisten berpihak pada rakyat,”jelasnya.
Dosen politik Unhas Makassar Dr Aswar Hasan menilai pernyataan AHY patut menjadi perhatian dari pasangan Prabowo-sandi. “Statement AHY penuh makna, yang perlu direspon oleh Prabowo-Sandi,”ujar Aswar Hasan.
Menurutnya, ada dua hal yang patut menjadi perhatian, Pertama bahwa apa yang didapat AHY pada posisi pembentukan tim. Dan kedua pernyataan tersebut membuktikan bahwa AHY memegang kendali di internal partai. “Bisa jadi ini isyarat Demokrat belum mendapatkan sesuatu dalam koalisi tersebut. (rif)
Takut Suaranya Tergerus di Pileg, Demokrat Main Dua Kaki
×

