pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Parpol Utama Pengusung Capres Diuntungkan di Pileg

MAKASSAR, BKM–Partai politik (Parpol) yang menjadi pengusung utama di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) akan lebih diuntungkan untuk meraih suara dan kursi di parlemen dibanding dengan Parpol yang hanya ikut dalam koalisi, baik sebagai pengusung maupun sebagai parpol pendukung.
Hal tersebut ikut terpotret dalam survei yang telah dilakukan lembaga survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Untuk kondisi politik di Sulsel, mungkin beda untuk skala nasional. Berdasarkan protret LSI, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra yang lebih diuntungkan di Pileg karena pelaksanaannya bersamaan dengan pelaksanaan Pilpres. PDIP terasosialisi dengan sosok Joko Widodo, sementara Partai Gerindra terasosiasi dengan sosok Prabowo Subianto. Dua partai ini menikmati efek pemilu serentak dibandingkan partai-partai lainnya.
Jika hal tersebut menguat, maka Partai Golkar terancam tergelencir pada papan tengah peraih suara dan kursi di parlemen. Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel Hoist Bactiar mengakui kondisi tersebut tentu lebih menguntungkan partai pengusung utama di Pilpres. Untuk itu, Golkar tengah melakukan perubahan strategi untuk menghadapi potensi menguatnya PDIP dan Gerindra. “Untuk mendongkrak elektoral partai, maka caleg-caleg golkar disemua tingkatan melakukan systim tandem. Partai Golkar kerjasama antara semua caleg di tiga tingkatan termasuk kepada calon anggota dewan perwakilan daerah (DPD) RI.”ujat Hoist yang juga Plt Ketua DPD II Golkar Kabupaten Gowa ini, Rabu (12/9).
Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Selle Ks Dalle menilai jika hasil survei sementara LSI nampak seolah sangat diuntungkan bagi partai pengusung utama capres terhadap dua figur sentral yakni Jokowi bagi PDIP dan Prabowo bagi Gerindra.
Menurutnya, hal ini disebabkan karena selama kurun waktu 4 tahun terakhir ini segala sepak terjang dan aktifitas kedua tokoh sentral tersebut oleh sebagaian besar khalayak dianggap sebagai representasi dari kedua partai tersebut, sementara bagi partai yang lain sangat terbatas ruang aksentuasi secara formal dan informal. Apalagi dengan adanya regulasi yang sangat ketat mengatur kegiatan pemasangan atribut partai. “Jadi boleh dibilang dua partai yakni PDIP dan Gerindra berkampanye setiap hari, sementara partai yang lain berkampanye pertriwulan sesuai agenda resmi partai. Lebih-lebih partai baru peserta pemilu. Cuman dinamika pilcaleg juga memiliki pengaruh secara signifikan tersendiri bagi perolehan suara partai selain dari pengaruh pasangan capres,”jelas Selle.
Wakil Ketua DPD Gerindra Sulsel Syawaluddin Arif juga mengakui hal tersebut. “Memang ada benarnya juga, karena semua partai adalah pengusung dan pendukung, kalau ada partai tidak mengusung calon presiden, maka partai itu tidak boleh ikut pemilu,”ujar Syawaluddin kemarin.
Untuk parpol teman koalisi yang kurang diuntungkan, Syamaluddin tidak setuju. “Tidak benar juga kalau semua partai pengusung akan meraih suara besar. Jadi siapa mi suara kecil, karena semuanya pengusung,”ucapnya.
Sekretaris DPD PDIP Sulsel Rudi Pieter Goni (RPG) juga tak sependapat. “Hanya salah satu faktor, faktor yang lain adalah kerja keras merebut hati pemilih. Dengan meyakinkan bahwa kita akan memperjuangkan asprisasi rakyat, tentu sebanding dengan track record selama ini,”ujar RPG, kemarin.
Olehnya itu, legislator PDIP Sulsel dua periode ini menilai kerja keras lebih menentukan. “Tidak mudah tentu, butuh kerja keras, termasuk dalam taktik strategi pemenangan. Hasil ini harus membuat kita waspada, jangan terlena. tapi memacu untuk bekerja lebih baik. khususnya di Sulsel. Kami meiliki survei yang progres PDIP cukup baik saat ini di Sulsel, sehingga target 4 kursi DPR RI dan 11 kursi DPRD Sulsel adalah realistis,”jelas RPG.



×


Parpol Utama Pengusung Capres Diuntungkan di Pileg

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar