JENEPONTO, BKM — Ketua Komis III DPRD Kabupaten Jeneponto, Baharuddin Kain, meninjau progres pembangunan jalan beton sepanjang dua kilometer lebar 4,5 meter di Desa Tanjonga, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto.
Baharuddin pada kesempatan tersebut berharap kepada kontraktor atau rekanan yang melaksanakan proyek jalan beton ini, harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang telah disepakati. ”Jangan menyimpang dari hasil laboratorium. Seperti penyediaan bahan bangunan. Misalnya pasir, batu kerikil, dan lainnya,” ujar Bahruddin Kain saat meninjau jalan beton di Kampung Tanjung, Desa Tanjonga, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Jumat (14/9).
Lanjut Baharuddin Kain mengatakan, seyogyanya Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Jeneponto memperhatikan kinerja kontraktor agar tidak menyimpang. Juga, menjaga kualitas jalan beton untuk dipergunakan rakyat dalam waktu lama.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Jeneponto, Budi Taufik, menyatakan, sangat mengapresiasi komisi III DRPD dalam peninjauan pelaksanaan proyek jalan beton di Desa Tanjonga.
”Semoga kontraktor memperhatikan kualitas dan sesuai bestek,” tegasnya.
Budi Taufik mengatakan, pembangunan jalan beton ini sangat strategis bagi daerah untuk kepentingan masyarakat. Untuk itu, diharap agar seluruh komponen masyarakat dapat memberi kontribusi dalam bentuk pengawasan pada pelaksanaan proyek ini.
”Jika proyek ini tidak berjalan sesuai kesepakatan, saya akan melayangkan surat teguran kepada kontraktor agar proyek ini dilaksanakan dengan baik,” tegas Budi Taufik.
Sementara Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kabupaten Jeneponto, Arifin Nur, mengatakan, pihaknya sangat mengapreasiasi kinerja komisi III DPRD Jeneponto yang dipimpin Baharuddin Kain. Dimana, telah datang mengawasi pekerjaan jalan beton di Desa Tanjonga.
Kadis juga berharap kepada masyarakat yang akan memakai jalan ini untuk ikut mengawasi jalannya pekerjaan sesuai bestek. ”Saya tidak mau mendengar komplain atau ada suara sumbang baik dari para wartawan dan LSM yang selalu berteriak bila ditemukan pekerjaan yang asal-asalan atau tidak sesuai bestek. Makanya, harus hati-hati di dalam hal mengerjakan pekerjaan yang diamanahkan negara,” jelas Arifin Nur. (krk)
Kontraktor Jangan Mau Manipulasi Bestek
×

