pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jambore Pramuka Cadika Tinggalkan Masalah

GOWA, BKM — Jambore Pramuka Cabang Gowa ke XII yang berlangsung di Bumi Perkemahan Cadika, Desa Pa’bentengan, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa telah berlalu. Namun kegiatan ini meninggalkan keluhan dari para peserta yang didominasi Pramuka Penggalang tersebut.
Keluhan diantaranya, gangguan aroma busuk dari tempat pembuangan akhir sampah yang terletak berdampingan dengan lokasi perkemahan tersebut.
Tak hanya peserta, sorotan juga datang dari sejumlah anggota DPRD Gowa. Mereka menilai bahwa lokasi perkemahan yang turun temurun dipergunakan untuk kegiatan perkemahan Pramuka dan kegiatan lainnya, sudah tak layak. DPRD Gowa mendorong agar bumi perkemahan itu segera dipindahkan di tempat yang lebih layak.
Ketua Komisi IV DPRD Gowa, Asriadi Arasy saat ditemui di kantornya, Jumat (30/10) mengaku selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa tidak pernah memperlihatkan keseriusan merawat bumi perkemahan Cadika.
Padahal, di sana sering kali digunalan kegiatan perkemahan oleh pelajar ataupun oganisasi lainnya. Apalagi, saat ini tengah berlangsung kegiatan jambore pramuka di bumi perkemahan yang terletak di Desa Pa’bentengang, Kecamatan Bajeng itu.
“Menurut saya Bumi Perkemahan Cadika itu lebih tepat disebut bumi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah apalagi berdampingan dengan TPA tersebut,” ketus Asriadi.
Letak perkemahan, kata dia, memang sangat dekat dari TPA Cadika, sehingga bau busuk sampah sering kali menusuk hidung peserta perkemahan. Selain itu, sejumlah fasilitas perkemahan seperti aula dan kakus tidak pernah direnovasi padahal keadaan rusak parah.
“Pernahmi kita soroti dan mendorong agar mencari tempat yang lebih baik, anak-anak berkemah bukan untuk sakit disana. Pemkab Gowa harus serius untuk memberikan perhatian, bumi perkemahan itu sangat kotor lebih mirip TPA ketimbang bumi Perkemahan,” kata Asriadi.
Ia juga menyebutkan, Dinas Pendidikan, Pemuda Dan Olahraga (Disdikpora) sebagai SKPD terkait bisa mengupayakan lokasi baru.
“Kita sudah rokemendasikan, bukan persoalan jauh atau tidaknya, karena persoalan itu sudah tidak layak untuk bumi perkemahan,” tegas Legislator Demokrat ini.
Selain persoalan bau dari TPA, masalah lain yakni banyaknya bangunan-bangunan di lokasi perkemahan dalam kondisi tak terurus.
Seperti diketahui, beberapa hari lalu sedang berlangsung jambore selama lima hari hingga Sabtu (31/10) lalu. Jambore ini diikuti sebanyak 1.780 orang peserta Pramuka Penggalang. Selama berkemah para peserta mengeluh menghirup udara kotor dari pembuangan sampah tersebut.(sar-ril/c)



×


Jambore Pramuka Cadika Tinggalkan Masalah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar