SIKAP tidak terpuji kembali dipertontonkan anggota DPRD Kota Makassar dari Badan Anggaran (Banggar). Saat-saat genting pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan yang sudah telat waktu atau batas deadline, kini sejumlah anggota Banggar lebih memilih plesiran yang dikemas dalam kunjungan kerja ke dua daerah Jakarta dan Jogjakarta, mulai Senin kemarin hingga Jumat (6/11) mendatang. Padahal pembahasan APBD Perubahan sudah selesai dan sudah siap diparipurnakan.
Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia, Bagian Peneliti, Santa, mengatakan, kunjungan kerja (Kunker) yang dilakukan oleh Banggar tidak rasional karena pembahasan APBD Perubahan ini sudah tidak ada yang akan dibahas lagi.
“Pembahasannya sudah hampir selesai, apa tujuannya lagi melakukan kunker di dua kota itu. Kami menilai itu hanya refresing saja,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Bidang Advokasi Kopel Indonesia, Mussadag, menyatakan, pembahasan APBD Perubahan sudah dibahas, jadi untuk apa lagi ada Kunker ke Mendagri.”APBD Perubahan tinggal pengesahan saja karena sudah dibahas, untuk apa kunker ke Mendagri,”tuturnya.
Sementara itu, Kordinator Badan Musyawarah (Bamus) Erik Horas, membenarkan keberangkatan Banggar sebanyak 25 orang untuk Kunker ke Mendagri (Jakarta) dan DPRD Kota Yogyakarta.
“Mereka menemui Mendagri untuk menanyakan fraksi yang tidak ikut membahas APBD Perubahan. Sementara di DPRD Yogyakartamengadakan studi banding,” bebernya, kemarin.
Legislator Gerindra itu menambahkan, jika ada masukan Mendagri ke dewan itu pasti akan diganti oleh Banggar.
“Pembahasannya inikan belum final. Banggar akan rapat lagi setelah Kunker. Jika ada masukan darihasil Kunker tersebut pasti Banggar adakan pergantian item-itemnya,” katanya. (ita/war/c)
Banggar “Refreshing” di Jakarta
×

