MAKASSAR, BKM–Rivalitas antara Syahrul Yasin Limpo (SYL) dengan Abd Aziz Qahhar Mudzakkar kembali terjadi untuk ketiga kalinya. Kali ini SYL dan Aziz akan adu strategi untuk dapat lolos ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada pemilu legislatif (Pileg) 17 April 2019 mendatang.
Keduanya bertarung di daerah pemilihan (Dapil) yang sama dan bukan merupakan basis baik SYL maupun Aziz. Tak hanya itu, keduanya juga bertarung pada partai yang berbeda. Di Dapil Sulsel II meliputi Kabupaten Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Parepare, Barru, pangkep dan Maros, SYL mengendarai Partai Nasdem, sementara Aziz Qahhar maju lewat Partai Amanat Nasional (PAN).
Baik SYL maupun Aziz Qahhar, keduanya sudah dua kali bertarung secara langsung sejak Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2007 serta Pilgub Sulsel 2013 lalu. Pada Pilgub 2007 SYL yang pernah tercatat sebagai wakil gubernur menggandeng Agus Arifin Nu’mang dan berlanjut pada Pilgub 2013, sementara Aziz Qahhar mengandeng Mubhyl Handaling di Pilgub 2007 dan menjadi wakil dari Ilham Arief Sirajuddin di Pilgub 2013 lalu.
Dua Pilgub Aziz kalah, namun sukses melenggang masuk ke senayan menjadi senator atau anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Kali ini, keduanya juga akan menghadapi petahana, SYL menghadapi Akbar Faisal, sementara Aziz menghadapi Andi Yuliani Paris.
Adapun peta kekuatan calehg Nasdem di Dapil Sulsel II selain ada SYL dan petahana Akbar Faisal, juga ada mantan calon Bupati Soppeng Luhfi Halide, mantan calon Wali Kota Parepare Faisal Andi Sapada, istri Bupati wajo Hj Siti maryam serta istri Bupati Barru drg Hj Nasna Syam Mars.
Sementara peta kekuatan caleg PAN di dapil tersebut selain Aziz Qahhar dan petahana Andi Yuliani Paris, juga ada saudara ipar Bupati Maros Hatta Rahman, Hj Sohartina Bohari, juga ada mantan anggota DPR RI dari Partai Hanura Muktar Amna, serta mantan calon wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto Mazda.
Sekretaris DPW Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif mengemukakan bila masuknya SYL ke Dapil Sulsel II semata-mata untuk meraih dukungan yang besar, sehingga Nasdem di Dapil tersebut bisa meraih dua kursi. “Kita ditarget untuk meloloskan dua kader Nasdem ke Senayan melalui Dapil Sulsel II,”ujar Syaharuddin yang juga wakil ketua DPRD Sulsel ini, Minggu (30/9).
Hal berbeda disampaikan Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi yang menegaskan bila masuknya Aziz diharap mampu menjaga kursi milik PAN yang telah ada. “Kita punya satu kursi, nah ini yang kita jaga agar aman, tidak diambil partai lain,”ujar Kahfi.
Soal peluang keduanya agar lolos ke Senayan, diakui pemerhati politik dari Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir. “Keduanya besar kansnya lolos ke DPR RI karena ketokohan keduanya masih sangat kuat,”ujar Suwadi Idris Amir, Minggu kemarin.
Hal sama disampaikan dosen politik UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad menilai jika keduanya berpeluang dengan ketokohan, jaringan partai dan basis pemilihnya cukup menjanjikan. (rif)
SYL Kembali Berhadapan dengan Aziz Qahhar
×

