pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Caleg Putar Otak Keluarkan Modal

MAKASSAR, BKM–Kantong harus tebal! Demikian adagium bahwa mereka yang ingin membidik kursi parlemen harus memiliki modal banyak. Lantas bagaimana dengan mereka yang punya modal tipis alias pas-pasan?
Seperti yang dialami Caleg pendatang baru asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hasniar Burhan memiliki strategi yang berbeda untuk mengurangi cost anggarannya. Salah satunya dengan, tidak menggunakan terlalu banyak alat peraga. “Kurangi biaya spanduk, flyer, brosur, biaya untuk brosur spanduk brosur, tapi saya perbanyak itu kartu nama karena bisa dibawa kemana-mana, bisa diingat nomor partai dan Dapil pencarianku kalau dalam bentuk brosur dan spanduk hanya orang lewat yang akan lihat,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (5/10).
Bahkan, ia menambahkan bahwa dirinya banyak menerima bantuan dari konstituen yang ada di Dapil dan Partainya.
“Kalau dari saya pribadi dibandingkan caleg-caleg lain sedikit Ji karena saya fokus yang penting-penting saja yang bisa saya biayai karena yang mengeluarkan cost besar itu banyak orang yang bantu Ka. Malah di PKS bisa saling bantu,” tuturnya.
Sedangkan untuk strategi ya meyakinkan rakyat ia mencari warga yang pada pemilihan sebelumnya tidak memilih (Golput). Karena menurutnya, warga yang Golput belum memiliki arah tujuan pilihan. Sehingga dengan mudah mendapatkan simpati warga. “Saya pergi langsung ke warga-warga yang dulunya Golput itu yang didatangi orang tidak punya pilihan jadi itu yang di datang karena orang golput itu adalah orang Netral jadi saya pendekatan lewat itu,” ucapnya.
Ia pun tidak banyak menyampaikan terkait visi dan misinya. Karena, pihaknya merasa jika terlalu banyak janji, Ia tidak mampu menepati seluruh janji tersebut. “Saya tidak banyak janji-janji kerja, kasi ini dan itu, kasi penjelasan kesana kemari, satu ji yang saya kasi tahukan, kalau kita pilih ka, kita kurangi satu koruptor,” tukasnya.
Sementara itu, petahana asal Partai Golkar, Wahab Tahir menjelaskan Caleg yang sudah 3 periode maju ini memiliki strategi khusus yaitu dengan melakukan investasi sosial. Pasalnya, dengan investasi sosial, ia lebih mudah menarik simpati rakyat. “Kita sebagai caleg yang maju, harus memiliki investasi sosial, itu tidak terlalu sulit untuk meraup simpati rakyat kalau ada kerja sosial yang rakyat sudah rasakan,” ucapnya.
Ia pun membantah cara berpikir masyarakat bahwa Caleg itu harus memiliki banyak uang. Bahkan, ia membeberkan pada saat ia ingin melakukan pencalegan diperiode pertama, pihaknya mengeluarkan cost politik hanya kurang dari Rp 50 juta saja. “Besar kecilnya pengeluaran dalam pencalegan itu tergantung model komunikasi yang kita pakai. Di periode pertama saya 6 bulan sampai hari H itu tidak sampai 60 juta, tahun 2009. Kesimpulannya adalah investasi sosial,” bebernya
Selain itu, strategi yang digunakan dengan tidak memakai banyak tim pemenang. Karena menurutnya, semakin banyak tim yang digunakan maka akomodasi dari tim tersebut akan mengeluarkan banyak cost politik. Sehingga, pihaknya melakukan komunikasi dengan jalur kekeluargaan. “Kalau saya, tidak ada tim. Saya fokus pada keluarga saja. Jadi pola komunikasi yang saya gunakan pada pendukung saya itu pola komunikasi kekeluargaan. Sehingga tidak mengeluarkan biaya. Karena tidak semua komunikasi kita dengan keluarga, terutama wajib pilih itu tidak harus dengan uang,” bebernya.(ita/rif/c)



×


Caleg Putar Otak Keluarkan Modal

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar