GOWA, BKM — Usai meninjau mega proyek bendungan Karaloe yang pembangunannya ditandai dengan pengalihan aliran sungai ini, Bupati Gowa Adnan Purichta menyempatkan diri menyapa para korban kebakaran di Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Selasa (9/10/2018) siang.
Di tengah puing-puing 11 rumah warga yang habis dilalap api pada Jumat 28 September lalu itu, Adnan terlihat trenyuh. Ketrenyuhannya karena 11 KK di desa itu langsung tak kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.
Kehadiran orang nonor satu di Kabupaten Gowa inipun spontan membuat hati senang para korban kebakaran. Mereka seakan memiliki motivasi untuk bangkit dari kesedihan menatap puing rumahnya yang sisa arang saja.
Ansar, salah satu dari 11 korban kebakaran itu lalu menceritakan detil awal kejadiannya. Menurut Ansar sumber api diduga dari adanya seorang pemilik rumah yang masak lalu lupa memadamkan kompor kemudian ke kebun.
Ada 15 KK tercatat sebagai korban terbakarnya 11 rumah tersebut. Saat menjajaki puing-puing kebakaran itu, Adnan pun menelpon Kadis Sosial Syamsuddin Bidol untuk segera melakukan langkah penanganan terhadap para korban.
Adnan juga memberikan dukungan semangat ke warganya yang menjadi korban.
“Saya harap bapak dan ibu sabar dengan musibah ini. Setiap musibah pasti ada hikmahnya, Pemkab Gowa akan selalu hadir membantu warga yang kesusahan,” ucap Adnan disambut senyuman disertai mimik menangis dari para korban yang langsung mendekati Bupati Gowa sesaat tiba.
Kepada para korban Adnan pun menyerahkan bantuan uang tunai Rp 10 juta untuk dipergunakan para korban sambil menunggu bantuan berikutnya dati Pemkab melalui Dinas Sosial.
“Ini bantuan sementara untuk digunakan dalam keperluan mendesak warga sini sambil menunggu bantuan berikutnya dari Dinas Sosial,” sebut bupati.
Selain akan memberikan bantuan untuk masing-masing rumah yang terbakar, Adnan juga akan memberikan bantuan berupa air bersih dan pengaspalan di wilayah tersebut sepanjang 1 Kilometer. (saribulan)

