pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pipa PDAM Hambat Tiang Pancang Tol Petta Rani

MAKASSAR, BKM — Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar melaporkan progres dan persoalan yang menghambat sejumlah proyek jalan yang saat ini sedang dibangun di Sulsel ke Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah, Rabu (10/10).

Salah satu yang cukup menjadi perhatian adalah pembangunan jalan tol layang AP Petta Rani yang sementara digenjot.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar, Miftachul Munir mengatakan, dalam proses pembangunan tol layang tersebut, ada beberapa hambatan yang ditemukan. Diantaranya, proses penggalian tanah untuk tiang pancang terhambat oleh pipa PDAM. Sebagai solusi PT Bosowa Marga Nusantara selaku kontraktor siap memindahkan pipa PDAM yang berada tepat di lokasi pemancangan tiang jalan.
Menurut Miftachul, butuh waktu tiga bulan untuk pemindahan pipa PDAM. Pipa ini akan dipindahkan ke lajur lambat sebelah kiri.
“Kemarin kita minta di pinggir cuma terkendala banyak pipa solar, serap optik dan kabel PLN. Kalau kita pasang paling pinggir di atas saluran bisa mengganggu samping jalan termasuk proses maintence yang sulit,” katanya saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (10/10).
Saat ini proses pemindahan pipa PDAM mulai dilakukan dengan membangun rem di dekat Fly Over Urip Sumoharjo. Proses pemindahan pipa ini juga dilakukan secara bertahap, karena akan mengganggu proses distribusi air di Kota Makassar.
Pengerjaan lain yang masih akan dilakukan oleh kontraktor adalah penggantian beberapa aset jalan nasional yang dibongkar untuk pembangunan tol. Mulai dari separator hingga median jalan.
“Investor siap menggantikan aset kita seperti separator dan median jalan. Mereka janji diganti dan akan dipasang di Baddoka, mulai depan Polda sampai Hotel Dalton, bulan ini harus mulai kerja. Kita sementara lakukan koordinasi dengan BPTD (Balai Pengelolaan Transportasi Darat),” jelas Munir.
Sejak pekan lalu, ruas Jalan AP Petta Rani khususnya di jalur pembangunan jalan tol layang mengalami penyempitan ruas di titik depan jalan Abubakar Lambogo dari arah Jalan Sultan Alauddin – Flyover.
PT Bosowa Marga Nusantara yang menjadi kontraktor proyek ini memberi penjelasan bahwa, penyempitan ruas jalan AP Petta Rani itu karena pengerjaan sudah memasuki tahap utama pembangunan jalan tol layang.
“Itu sudah mulai masuk pengerjaan utama itu, jadi memang bagian yang dikerja itu yang di tengah cuman masalahnya sekarang kan PDAM itu belum selesai. Itu dikerja sekitar dua hingga tiga bulan PDAM,” ujar Dirut PT Bosowa Marga Nusantara, Anwar Toha.
Anwar menjelaskan penyempitan ruas jalan proyek bernilai Rp 2,2 triliun itu untuk persiapan pemancangan tiang utama jembatan dan penyimpitan jalan hanya bersifat sementara.
“Kalau sudah tiangnya naik, mungkin akan diubah lagi rekayasa lalu lintas sekitar, akan dibongkar lagi penutupnya, sama dengan yang di tengah itu, jadi tidak selamanya akan ditutup, ” ungkapnya.
Pengerjaan pembangunan tol layang sepanjang 4,3 Kilometer di jalan AP Pettarani itu ditargetkan selesai Februari 2020. “Kita target pengerjaan selama 22 bulan. Kalau tidak ada halangan Februari 2020 itu sudah selesai.” jelasnya. (rhm)



×


Pipa PDAM Hambat Tiang Pancang Tol Petta Rani

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar