GOWA, BKM — Tim penilai nasional Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (ZI-WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Senin (15/10/2018) berkunjung ke mako Polres Gowa.
Kunjungan ini sekaitan penilaian ZI-WBK dimana Polres Gowa menjadi satu-satunya peserta ZI-WBK dari jajaran Polda Sulsel yang terpilih.
Canggih Hangga Wicaksono selaku ketua tim penilai nasional ZI-WBK didampingi personil Polda Sulsel dan disambut hangat Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga di ruang kerjanya mengatakan, kunjungannya tersebut untuk menilai sejauh apa persiapan Polres Gowa menuju ZI-WBK ini apalagi Polres Gowa menjadi satu-satunya yang masuk dalam penilaian ZI-WBK tingkat nasional tersebut.
Canggih Hangga mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi perubahan pada pelayanan yang disiapkan Polres Gowa kepada masyarakat.
Salah satu contoh yaitu di lapangan praktek pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang dibuat menarik dengan menghadirkan lukisan mural yang berisi imbauan dan edukasi kepada pemohon SIM.
“Kami apresiasi pembuatan mural lalulintas yang disiapkan, apalagi disertai sarat edukasi agar masyarakat tertib lalulintas,” kata Canggih Hangga.
Selain itu, kata Canggih Hangga, penginputan rumus sidik jari oleh Unit Identifikasi sudah digabung dalam ruang pelayanan SKCK, sehingga pengurus tidak lagi mondar mandir ke ruangan Reskrim.
“Belum lagi hasil Intelijen Manajemen Media (IMM) Polres Gowa yang senantiasa berada pada peringkat teratas sejak Januari hingga September 2018 lalu,” tambahnya.
Menanggapi penilaian tim penilai ZI-WBK ini, Kapolres Gowa Shinto Silitonga sangat mengapresiasi sanjungan tim pusat tersebut.
Namun menurut Shinto pihaknya tak mesti lantas terlena akan sanjunga itu tapi justru pihaknya merasa makin tertantang untuk melakukan inovasi pelayanan yag lebih baik lagi.
Kapolres Shinto pun memaparkan pencapaian Polres Gowa selama persiapan menuju ZI-WBK.
“Polres Gowa kini melakukan berbagai cara menuju Zona Integritas. Mulai tampilan markas, pelayanan SPKT dengan mengubahnya lebih tertata, ruang SIM disediakan khusus pelayanan bagi kaum disabilitas dan menyusui. Lalu bagian SKCK dimanjakan pemohon dengan wifi,” jelas Shinto. (saribulan)

