SINJAI, BKM — Tokoh pemuda Sinjai Saifulah Ahmad menilai SK Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah terkait penetapan Sinjai-Bulukumba sebagai tuan rumah Porda XVII 2022 mencedarai nilai-nilai demokrasi.
Penolakan atas penetapan tersebut justru datang dari berbagai pihak. Salah satunya dari
pengurus DPD KNPI Sinjai, Saifullah Ahmad. Menurut Saifullah sikap Gubernur mencerminkan sikap arogansi sepihak dan inkonsistensi akan nilai-nilai demokrasi.
“Kita ini orang Bugis Makassar, sangat kental dengan budaya. Pak Gub ini sudah mencederai falsafah orang Bugis Makassar yang sangat menjunjung tinggi budaya “Sipakatau, Sipakalebbi dan Sipakainge,” ujar Saifullah.
Menurut Saifullah selaku orang nomor satu di Sulsel, harusnya sebelum mengeluarkan keputusan mestinya menelaah baik-baik ekses yang dapat ditimbulkan oleh keputusannya sendiri.
“Belum 100 hari beliau (Nurdin Abdullah-Red) diamanahkan sebagai Gubernur Sulsel namun beliau sendiri mencederai nilai-nilai demokrasi dan melukai hati rakyat Sulsel yang telah memilihnya khususnya masyarakat Kabupaten Sinjai,” sambungnya.
KONI Sulsel mestinya memberikan penegasan kepada Gubernur berdasarkan hasil visitasi tim KONI provinsi perihal kesiapan venue olahraga yang diperkuat dukungan mayoritas kab/kota yang ada di Sulsel.
“Jangan malah terkesan cuci tangan dan mengesampingkan amanah RAT KONI 2018. Saling menghargai lah, berikan kami kesempatan untuk menjadi tuan rumah sebagaimana daerah lain yang sebelumnya telah diberikan kesempatan menjadi tuan rumah tunggal. Kami meminta pak Gubernur meninjau ulang SK tersebut. Jangan menunggu Kabupaten Bulukumba untuk mengalah karena memang Kabupaten Bulukumba tidak pernah menang sebelumnya,” jelas Saifullah.
Sebelumnya Kabupaten Sinjai ditetapkan sebagai tuan rumah Porprov Sulsel tahun 2022 melalui RAT KONI Sulsel 2018. Sinjai mengalahkan Bulukumba 21 dan 3 suara. (din/D)
Tokoh Pemuda: Gubernur Cederai Demokrasi
×

