GOWA, BKM — Kapolres Gowa, AKBP Rio Indra Lesmana tiba-tiba menyemprit Kapolsek Barombong, AKP Khaerul Amal. Kapolsek Barombong ini disemprit, terkait laporan dugaan pemerasan yang dilakukan oknum anggota Polsek terhadap dua legislator Gowa, Makmur Muang dan Asriady A Rasyid.
Adapun kronologis dugaan pemerasan terjadi saat penyelenggaraan turnamen Parang Cup II. Informasi yang dihimpun BKM menyebutkan, bahwa seorang oknum polisi meminta jasa uang pengamanan kepada kedua legislator tersebut dengan mengancam akan membubarkan turnamen, Kamis (5/11) lalu.
“Ada seorang oknum polisi menghubungi saya sebelum pembukaan turnamen Parang Cup II itu dan sempat mengancam akan melakukan pembubaran,” jelas anggota Fraksi Demokrat, Jumat (6/11).
Sebelumnya juga seorang yang mengaku dari anggota Polsek Barombong dilaporkan mendatangi rumah Makmur terkait biaya rekomendasi kegiatan. Makmur yang tak terima dengan sikap oknum polisi tersebut, langsung melaporkan hal ini kepada Kapolres Gowa, AKBP Rio Indra Lesmana.
“Kita sayangkan bagaimana kalau yang menyelenggarakan rakyat biasa. Oknum polisi itu malah datang ke rumah saya,” ujarnya.
Mendapat laporan itu, Rio langsung melayangkan teguran kepada Kapolsek Barombong AKP Khaerul Amal. Rio menegaskan, saat mendapat laporan itu, dirinya langsung menghubungi Khaerul dan menginstruksikan agar tidak melakukan pemalakan terhadap pelaksanaan turnamen yang rencananya akan berlangsung hingga 30 Nopember mendatang.
“Saya langsung telpon Kapolsek, saya bilang hentikan itu atau kamu langsung dicopot dari jabatanmu, kalau kapolseknya saja seperti itu, apalagi anggotanya,” tegas Rio saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.
Khaerul sendiri membantah jika pihaknya melakukan tindak pemerasan terhadap anggota dewan. Namun dia tak menampik, jika teguran Kapolres dialamatkan ke pihaknya. “Sempat tanya anggota, siapa yang melakukan itu? tapi tidak ada yang mengaku melakukan itu,” ujar Khaerul saat dihubungi media.
Meski demikian, Khaerul tak membantah jika salah satu anggotanya sempat mendatangi Makmur. Hanya saja, menurutnya, kedatangan anggotanya ke rumah Makmur hanya terkait rekomendasi kegiatan.
“Rekomendasi kegiatan ini yang ditanyakan, tapi kalau memang sudah ada rekomendasi di Polres jadi tidak perlu lagi di Polsek,” ujar Khaerul, tanpa menyebut nama anggota yang dimaksud. (sar-ril/b)
Legislator Mengaku Diperas Okum Polisi
×

