GOWA, BKM — Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Gowa menolak keras keberadaan organisasi terlarang HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) di Indonesia. Khususnya di Kabupaten Gowa. Karena organisasi ini bertentangan dengan Pancasila.
Hal tersebut ditegaskan langsung Ketua FPI Gowa, Ustadz Ismail Hamzah saat bersilaturahmi dengan Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, Selasa siang (30/10) sekitar pukul 11.20 Wita, di ruang kerja Kapolres.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua FPI Gowa bersama Ketua FPI Kecamatan Bungaya, Ustadz Arsyad sekaligus membahas tentang stabilitas Kamtibmas di wilayah hukum Polres Gowa. Dua tokoh Islam ini juga membahas terkait dinamika situasi Kamtibmas di wilayah Kabupaten Gowa pasca-peristiwa pembakaran bendera organisasi terlarang HTI di Kabupaten Garut beberapa waktu lalu.
”Alhamdulillah, wilayah Gowa sampai saat ini masih kondusif dan tidak ada gejolak apapun pasca peristiwa pembakaran bendera organisasi terlarang HTI di Garut beberapa waktu lalu,” kata Ustadz Ismail Hamzah.
Sementara Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga didampingi Kasat Intelkam, Iptu Wily Yulistyo, menyampaikan harapannya kepada FPI Gowa untuk dapat terus saling bersinergi dan bekerjasama dengan kepolisian dalam menjaga situasi Kamtibmas wilayah agar tetap aman dan kondusif.
”Kita berharap, pasca-insiden di Garut tidaklah merembes ke Gowa dan daerah lainnya. Makanya kami proaktif melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Termasuk dengan seluruh Ormas Islam di Gowa ini agar tidak melakukan aksi terkait pembakaran bendera tersebut,” jelas Kapolres. (sar/mir)
FPI Gowa Imbau Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi
×

