MAMASA, BKM — Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di Kabupaten Mamasa mulai dilanda kepanikan. Seperti yang terjadi pada Selasa dinihari (6/11) sekitar pukul 02.35 Wita. Bumi Kondosapata kembali diguncang berkekuatan 5,5 Scala Richter (SR).
Gempa kali ini membuat warga yang sedang tertidur pulas jadi panik dan kalang kabut. Apalagi saat gempa terjadi, aliran listrik terputus. Sehingga membuat suasana jadi gelap gulita.
Warga yang panik langsung berlarian meninggalkan rumahnya untuk menyelamatkan diri dari guncangan gempa. Warga yang panik memilih keluar rumah dan membangun tenda darurat di samping rumahnya dan di jalan.
Bahkan, lapangan sepakbola Mamasa yang terletak di jantung ibukota Mamasa telah berdiri puluhan tenda yang ditempati ratusan pengungsi yang meninggalkan rumahnya. Karena was-was akan terjadi gempa yang lebih besar lagi.
Arruan Bonga, warga Desa Lambanan yang ditemui BKM di tenda pengungsian mengaku kalau dia bersama keluarganya sudah tiga hari ini berada di tenda pengungsian, saat terjadi gempa beberapa hari lalu.
Sementara gempa yang terjadi dini hari kemarin sangat dirasakan Arruan Bonga dan keluarganya. Karena goncangannya sangat keras. Bahkan, Arruan mengaku sempat panik. Namun itu tidak berlangsung lama. Karena mereka sudah merasa aman berada di lapangan sepakbola Mamasa.
Di tempat terpisah, Kepala Desa Mambulillin, Andarias yang ditemui BKM mengatakan, jika warganya di desanya sudah diimbau untuk tidak panik dan tidak meninggalkan rumahnya. Namun mereka juga diimbau tetap waspada. Karena gempa yang terjadi ini tidak menimbulkan tsunami seperti yang diisukan sebagian warga.
Sementara itu, Bupati Mamasa, H Ramlan Badawi yang ditemui BKM di lapangan sepakbola Mamasa saat usai meninjau para pengungsi, mengatakan, gempa yang terjadi di Mamasa dini hari kemarin, memang getarannya sangat kuat.
”Sehingga memang kita akui warga sempat panik. Apalagi saat gempa terjadi, listrik langsung padam. Kami mengimbau masyarakat untuk jangan panik dan tetap beraktivitas seperti biasanya. Kami meminta warga jangan meninggalkan rumah. Jika rumah batu, tinggalkan rumah atau ke halaman rumah yang terbuka. Saat ini sekolah-sekolah di Mamasa kita liburkan. Namun untuk perkantoran tetap beraktivitas seperti biasa. Begitu pula masyarakat para pedagang untuk tetap membuka tokonya seperti biasa,” ujar Bupati Ramlan Badawi didampingi wakilnya, Marthinus Tiranda dan beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Mamasa.
Hanya saja, kata bupati, gempa ini hanyalah gempa tektonik yakni hanya goncangan tanah dan tidak akan menimbulkan tsunami. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, kata Bupati Ramlan Badawi, telah menyiapkan ratusan tenda dan dapur umum untuk para pengungsi.
Bukan itu saja, Pemkab telah mengerahkan para medis dan dokter untuk para pengungsi yang kemungkinan ada gangguan kesehatan akibat trauma dengan gempa. ”Masyarakat Mamasa untuk tetap tenang dan tidak perlu panik. Pemerintah akan selalu bersama masyarakat bersatu bahu membahu menghadapi fenomena alam ini,” tandas bupati Mamasa dua peroide ini. (dar/mir/c)
Gempa 5,5 SR Guncang Mamasa
×

