JENEPONTO, BKM — Tagline Gammara adalah Gerakan Bersama Menuju Masyarakat yang Ramah bukan Orang Jeneponto sering marah-marah. Tapi kini, Jeneponto yang ramah kepada siapa saja. Terutama kepada tamu dari luar hadir. Sehingga perumusan budaya ramah di Butta Turatea.
Selain itu, bertujuan untuk membangun citra yang baik bagi daerah ini dalam mewujudkan Jeneponto yang lebih sejahtera. Program Gammara ini telah diintegrasikan ke dalam program Ramah Anak Jeneponto. Salah satunya adalah program wisuda santri tiga kali dalam satu tahun yang bertujuan memotivasi anak agar terampil baca tulis Al Quran.
Hal tersebut dikatakan Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar Kr Ninra saat memberi sambutan pada acara penilaian Taman Ramah Anak, di Taman Turatea Jeneponto, Selasa (6/11). Hadir dalam kegiatan ini Tim Penilai KP3A, unsur Forkopimda, para kepala OPD, kepala sekolah, guru, dan siswa.
Lanjut Iksan Iskandar mengatakan, saat ini Pemkab Jeneponto terus melakukan pembenahan infrastruktur taman kota yang berkonsep tematik. Seperti Taman Lalulintas yang berlokasi di Polres Jeneponto.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Lingkungan Ramah Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A), Asriany Astuti kegiatan penilaian Taman Bermain Anak ini bertujuan sebagai advokasi dan sertifikasi ruang bermain ramah anak.
Menurutnya, taman bermain harus berstandar hidup layak anak, baik secara fisik maupun non fisik, untuk mendorong peningkatan kecerdasan intelektualitas, motorik, sensorik, perkembangan bahasa yakni bisa berkomunikasi dan kecerdasan emosi. (krk/mir/c)
Iksan Perkenalkan Tagline Gammara ke Tim Penilai KP3A
×

