MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar akan mengusulkan pembangunan jembatan di beberapa titik kecamatan pada 2019 mendatang. Anggarannya mencapai Rp5 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Muhammad Ansar mengatakan, jembatan menjadi salah satu proyek yang cukup banyak diusulkan masyarakat di musrenbang.
“Untuk 2019 cukup banyak kita ajukan anggaran sampai Rp5 miliar. Tapi masih jadi usulan. Tinggal tunggu hasil keputusan pembahasan APBD,” terangnya kepada wartawan, Senin (12/11).
Menurut Ansar, permintaan ini cukup besar karena jembatan menjadi jalur alternatif yang dilalui masyarakat untuk beraktivitas. Sehingga perlu adanya revitalisasi kembali agar memudahkan dan aman dilalui masyarakat.
“Ada beberapa memang yang mesti diperbaiki. Ada juga yang baru mau dibangun jembatannya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Darlis mengatakan, beberapa kecamatan yang akan menjadi lokasi proyek jembatan seperti Kecamatan Tamalate, kecamatan Tallo dan Kecamatan Panakkukang.
Namun, hal ini, kata Darlis masih menjadi perencanaan. Keputusan pembangunan jembatan akan dilihat berdasarkan hasil musrenbang nantinya. Ia menjelaskan untuk satu jembatan bisa memakan anggaran hingga Rp300 juta.
“Kalau jembatan kayak di panambungan bisa sampai Rp2 miliar. Jadi kita lihat lokasinya dan kebutuhan masyarakat disana. Apakah dilalui mobil atau hanya kendaraan bermotor saja. Hampir semua kecamatan mengusulkan. Kalau bisa tercover semua kanal tentu kita mau semua,” jelasnya.
Menurut Darlis pembangunan di daerah-daerah kanal menjadi fokus di tahun 2019 karena daerah kanal cukup banyak di kota Makassar.“Disini sungai kan tidak ada jadi kita fokusnya pembangunan di kanal,” terangnya.
Selain jembatan, Ansar juga menganggarkan untuk pengerjaan proyek betonisasi, pengaspalan dan Jalan Lingkungan.
Untuk tahun 2019 mendatang anggaran yang diusulkan mencapai Rp170 miliar. Anggaran ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus Rp11 miliar. Dana Insentif Daerah Rp12,8 miliar dan APBD Rp146 miliar. Anggaran tersebut untuk betonisasi, pengaspalan dan pemeliharaan dan pembuatan jalan lingkungan.
Proyek jalan ini pun disinergikan dengan pembenahan sanitasi dan air bersih. Pengusulan anggaran mencapai Rp7 miliar.
“Ini berdasarkan arahan pak Wali Kota Makassar, melihat di musrenbang memang banyak sekali permintaan perbaikan jalan. Makanya kita tahun depan fokus infrastruktur,” ungkapnya.
Ia pun akan melakukan pengarahan kepada bidang jalan dan drainase agar bersinergi dengan baik. Hal ini agar tidak terjadi kesalahan dalam pengerjana proyek. “Ini kita harus perhatikan baik-baik drainasenya karena tidak bisa kalau sudah dibetonisasi misalnya tetapi tidak bagus drainasenya. Bisa-bisa banjir dan jalan rusak,” terangnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, mengungkapkan, dirinya ingin betonisasi dan pengaspalan segera dikerjakan.
“Ada beberapa yang sudah berjalan. Ini cukup kuat kalau dibeton. Ada beberapa titik jalan yang nantinya akan kita utamakan betonisasi,” ungkapnya.(nug/war/b)

