pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

SYL dan NH Punya Loyalis Tradisional

PERTARUNGAN antara SYL dan NH tidak lagi menjadi sebuah pertarungan figural. Melainkan Pertarungan memperebutkan basis suara yang cukup kompetitif di pileg mendatang. Terlebih lagi kerja-kerja politik keduanya, menjelang pemilihan semakin gencar terlihat dimasyarakat dalam memperebutkan basis suara nantinya.
Menurut Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Priyanto mengatakan pertarungan SYL dan NH di Pileg tentu berbeda dengan pertarungannya ketika bertarung di Pilgub lalu. Walaupun secara personal keduanya tidak bertarung secara personal melainkan melalui partai, dimana dalam posisi yang berbeda, SYL menjadi aktor langsung kontestasi Pileg, sementara NH hanya memimpin partai Golkar. “Tapi dalam operasi elektoralnya NH, tidak sebagai pemain langsung. Ini pertarungan kesekian bagi SYL vs NH di jalur yang berbeda. Meskipun sistem dan prosedur kontestasi Pileg sesungguhnya tidaklah memperlawankan figur secara personal,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (12/11).
Selain itu, menurutnya kedua sosok ini NH dan SYL punya loyalis tradisional, meskipun jumlah dan proporsinya tentu berbeda dibanding pada masa kontestasi pemilihan yang lain. Sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi keduanya mencapai target tersebut. “Untuk menargetkan kursi ini bukan pekerjaan mudah, karena ini soal sejauh mana kinerjanya di lapangan dan perebutan basis-basis suara tetap berlangsung kompetitif. Meskipun rivalitas kali ini dalam posisi yang berbeda,” jelasnya.
Sementara itu, Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Aswar Hasan mengaku jika pertarungan SYL dan NH di pileg bukan lagi pertarungan personal melainkan partai. Apalagi masing-masing telah menargetkan kursi di senayan, yang tentu kerja lebih ekstra dibanding di daerah. “Tantangan sesungguhnya bagi NH dan SYL di internal partainya, adalah mengatur ritme kompetisi yang sehat secara internal sekaligus menjadi kompetitif secara eksternal. Target perolehan kursi Golkar dan Nasdem akan banyak di tentukan kemampuan mereka mengkonsolidasi kekuatan, termasuk mengatur peran di langgam Pilpres,” tuturnya.
Aswar menambahkan bahwa untuk lebih amannya target kursi DPR RI, maka keduanya harus berjuang spartan untuk menggenapkan dukungan suara bagi kursi pertama dan kursi kedua partai masing-masing. “Suatu kerja elektoral yang tidak mudah,”pungkas Aswar Hasan. (ita/rif)



×


SYL dan NH Punya Loyalis Tradisional

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar