pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jalan Beton Gunakan Batu Sungai

MAMASA, BKM — Proyek pembangunan jalan betonisasi di berbagai poros Kabupaten Mamasa, menuai banyak kritikan. Kritikan tidak hanya muncul dari masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tapi juga dari kalangan wakil rakyat. Pasalnya, kualitas dari jalan tersebut tidak sebanding dengan biayanya yang begitu besar.
Salah seorang anggota DPRD Sulbar dari daerah pemilihan Kabupaten Mamasa, H Sudirman, ketika dihubungi BKM via telepon selulernya, kemarin, menuturkan, pihaknya sangat kecewa melihat hasil pekerjaan jalan beton tersebut. Karena belum setahun setelah selesai dikerjakan, beberapa bagiannya sudah rusak.
Ternyata, tambah Sudirman, setelah dirinya melihat langsung kondisi jalan itu, pihak kontraktor boleh dikata telah menyalahi bestek. Dimana, material yang digunakan tidak sesuai dengan material yang seharusnya digunakan untuk pekerjaan cor beton. Misalnya, batu yang digunakan adalah batu kali (sungai) yang ukurannya besar-besar. Batu seperti ini lebih cocok digunakan untuk pondasi. Seharusnya kalau untuk cor, batu yang digunakan adalah batu pecahan (cipping, red).
”Saat saya melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mamasa, saya melihat langsung sejumlah proyek jalan beton dikerja asal jadi. Terbukti, belum setahun setelah selesai dikerjakan, beberapa bagiannya sudah rusak. Bahkan, batu-batunya telah berhamburan ke jalan. Ternyata, batu yang digunakan pihak kontraktor untuk melakukan pengeceran, menyalahi bestek. Seharusnya menggunakan batu cipping, tapi yang digunakan pihak kontraktor adalah batu sungai atau batu kali yang ukurannya besar-besar,” katanya.
Sudirman sangat menyayangkan sikap kontraktor yang mengabaikan kepentingan masyarakat dan hanya mementingkan keuntungan besar. Padahal, mereka juga adalah putra daerah Mamasa. ”Ini sama saja kita menciderai kita punya kampung sendiri. Karena rata-rata yang mengerjakan proyek jalan beton tersebut adalah Mamasa. Kita tidak mau Mamasa ini dijadikan lahan untuk memperkaya diri sendiri. Kasian daerah kita. Seharusnya, para kontraktor yang mengerjakan jalan beton di Kabupaten Mamasa tidak semata mengejar keuntungan. Tapi lebih pada kualitas dan mutu. Sehingga masyarakat betul-betul bisa menikmatinya. Bukan justru sebaliknya,” tuturnya.
Beberapa ruas jalan beton yang belum setahun setelah selesai dikerja dan kini kondisinya memprihatinkan, di antaranya jalan beton menuju Tondok Bakaru, jalan beton menuju Kecamatan Tawalian, jalan beton menuju Rante Katoan (depan Mapolres Mamasa), jalan beton menuju Randanan, jalan beton menuju aula GTM lama, dan jalan beton menuju Pasar Barra-barra.
”Salah satu ruas jalan beton yang kondisinya sangat memprihatinkan adalah jalan menuju ke objek Sarambu Liawan. Padahal, jalan ini dibiayai lewat dana bantuan khusus Pemprov Sulbar tahun anggaran 2015 sebesar Rp1,9 miliar. Jalan ini dikerja asal jadi. Campuran dihampar di atas lumpur dan hampir dipastikan tidak menggunakan batu pecah. Begitu pula proyek jalan beton di Dusun Minanga, Kelurahan Messawa yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Mamasa tahun 2015, kondisinya juga memprihatinkan. Cara pengerjaannya juga asal-asalan dan mengunakan batu sungai,” katanya.
Hal ini tentunya telah menciderai dan merugikan masyarakat. Olehnya itu, kata Sudirman, hendaknya aparat penegak hukum baik itu kepolisian maupun kejaksaan mengambil langkah hukum. ”Jangan biarkan para kontraktor nakal melakukan pekerjaan asal jadi. Sebab anggaran yang digunakan dalam membangun proyek tersebut adalah uang rakyat. Yakni pajak yang dipungut dari rakyat. Kasian Mamasa,” tegasnya. (dar/mir/b)



×


Jalan Beton Gunakan Batu Sungai

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar