GOWA, BKM — Bundaran Samata yang terletak di perempatan poros Jl Paccinongang, Jl HM Yasin Limpo, Jl Romangpolong dan Jl Tun Abd Razak tahun depan akan berubah bentuk.
Bundaran Samata yang dihiasi tugu taman kota itu akan direnovasi dan bentuknya akan menyerupai simpang lima Bandara Sultan Hasanuddin. Renovasi Bundaran Samata ini diproyeksi menelan anggaran sekira 30 miliar rupiah.
Anggaran renovasi Bundaran Samata ini bersumber dari sharing APBD Gowa dan APBD Sulsel.
“Iya, Bundaran Samata kita akan renovasi dengan dana sharing antara Pemkab Gowa dan Pemprov Sulsel. Estimasinya berkisar Rp 30 miliar. Insha allah tahun depan sudah jalan,” jelas Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan kepada media, Kamis (22/11/2018).
Dikatakan Adnan untuk pembebasan lahan di sekitar bundara itu telah dianggarkan oleh Pemkab Gowa
Adanya rencana renovasi bundaran tersebut, menurut Adnan memang sudah menjadi planning Pemkab dimana Bundaran Samata ini memang sudah perlu diperlebar mengingat kawasan ini mulai padat pengguna jalan dan kerap mengalami macet.
“Bundaran Samata memang harus diperlebar untuk mengurai kemacetan di wilayah tersebut. Kita rancang menyamai simpang lima bandara,” kata bupati.
Dikatakan Adnan, tahun ini sudah dianggarkan sekira Rp 8 miliar. Sementara Pemprov Sulsel menganggarkan Rp 22 miliar. Anggaran dari Pemprov lanjut Adnan sudah ada, tapi pelaksanaan yang belum terealisasi.
“Makanya saya sudah menyampaikan hal ini kepada Pak Gunernur Nurdin Abdullah. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa dikerjakan. Ini sharing karena menyentuh jalan Tun Abdul Razak yang masuk jalan provinsi,” tambah Adnan.
Adnan mengatakan, Bundaran Samata akan diperlebar menjadi 50 meter. Inilah yang membutuhkan lahan cukup besar. Sehingga seluruh bangunan disekitarnya akan dihilangkan. Kawasan Bundaran Samata akan sama lebarnya dengan Jl HM Yasin Limpo yakni jalan menuju Kampus UIN Samata.
“Kalau jalannya lebar maka bundarannya pastilah tidak representatif. Karena itu kita akan buat dulu pelebaran bundarannya baru kemudian menyusul pelebarannya,” kata bupati lagi. (saribulan)

