MAKALE, BKM — Ribuan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja menggelar aksi demo besar-besaran di kantor pusat kampus, Kamis (12/11). Mereka yang berasal dari berbagai fakultas dan senat tersebut, membeber borok oknum dekan serta dosen.
Salah satu tuntutan mahasiswa, mendesak agar Rektor UKI Prof DR Daud Malamassam segera mencopot Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) Simon Ruru. Alasannya, selama ini banyak kegiatan yang dibatasi oleh dekan.
Pembatasan ini berdampak terhadap mandeknya aktivitas pengembangan diri mahasiswa. Mahasiswa merasa hak-hak intelektualitasnya telah dikebiri.
Dalam orasinya, mahasiswa mengungkap berbagai aturan dan kebijakan yang diterapkan Simon Ruru. Bahkan dia tak segan-segan mengancam mahasiswanya.
”Simon Ruru sebagai dekan, ketika mengajar sering menyinggung hal-hal yang berbau pornografis dan seks. Ada juga perlakuan terhadap mahasiswa yang tidak pantas. Termasuk pengelolaan uang senat yang tidak transparan. Begitu pula dengan pembatalan beasiswa tanpa alasan yang jelas,” beber mahasiswa dalam orasinya.
Hal lain yang disuarakan mahasiswa UKI, yakni pembatasan penggunaan LCD di kampus dua. Demikian pula adanya oknum dosen yang terkesan mengambil kesempatan untuk berbisnis sehingga proses perkuliahan tidak efektif.
Salah seorang mahasiswa bernama Gista, menilai kondisi di UKI saat ini sudah tidak kondusif lagi. Mahasiswa banyak yang dikecewakan dengan aturan dan kebijakan kampus. Sehingga tidak ada jalan, rektor harus mengambil langkah tegas menyelamatkan UKI.
Sejumlah mahasiswa mengakui, selama ini mereka sudah sering menggelar demo dengan harapan ada solusi terhadap persoalan yang terjadi di kampus. Namun hingga saat ini jalan keluar terhadap permasalahan tersebut belum nampak. (gus/rus/b)
Mahasiswa UKI Beber Borok Dekan dan Dosen
×

