TAKALAR, BKM — Warga Desa Pangnyangkalang, Kecamatan Mangngarabombang, Kabupaten Takalar mengancam demo SPBU Bontomanai karena SPBU tersebut melarang warga membeli solar menggunakan jeriken.
Menurut warga yang sebagian besar petani ini, kebijakan tersebut mengganggu mereka dalam mengolah sawah menggunakan mesin dengan bahan bakar solar.
“Keresahan warga sudah berlangsung lama, soalnya SPBU yang terletak di Desa Bontomanai melarang warga yang menggunakan jeriken untuk membeli solar. Padahal BBM sangat dibutuhkan untuk menggerakkan alat pertanian,” kata Supardi Larra, warga Desa Pangnyangkalang, Rabu (12/12/2018).
Melihat kebijakan SPBU yang dinilai tidak prorakyat ini, aliansi masyarakat tani warga Pangnyangkalang didampingi Celebes Law and Transparancy mengancam akan menggelar aksi di depan SPBU Bontomanai hari ini.
Mereka akan menuntut kebijakan tersebut segera dicabut guna memenuhi kebutuhan warga tani di Desa Pangnyangkalang dan warga di Kecamatan Mangngrabombang.
“Karena pengelola SPBU tetap bersikeras melarang warga membeli solar, terpaksa kami hari ini akan menggelar demo. Surat penyampaian aksi sudah masuk ke kantor Polsek Mangngarabombang. Termasuk spanduk dan pamflet serta sound system sudah kami persiapkan,” ungkap Supardi. (ari irawan)

