MAKASSAR, BKM–Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dijadwalkan akan melantik pejabat eselon II, Jumat (14/12) hari ini. Ada sekitar 50 persen pejabat berganti.
Rencana pelantikan pejabat di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tersebut didukung penuh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar.
Anggota Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar, Mudzakkir Ali Djamil, mengatakan, pelantikan yang dilakukan wali kota merupakan langkah yang tepat dalam melakukan penyegaran, termasuk langkah yang bijak, sehingga jabatan yang lowong dapat terisi.
“Mutasi pejabat sudah berlangsung seperti untuk jabatan sekretaris kecamatan. Tinggal tingkat eselon II yang ingin dilantik. Sebenarnya bukan hanya pejabat yang menanti dilakukan mutasi dan dilantik, tapi publik juga menunggu seperti apa formulasi pejabat hasil mutasi akhir tahun ini,” terang Muda sapaan akrabnya, Kamis (13/12).
Pelantikan dan mutasi ditubuh birokrasi pemerintah kota ujar Muda, memang penting dilakukan. Khususnya kepada pejabat – pejabat yang memiliki kinerja tidak jelas yang memang perlu masuk dalam gerbong mutasi. Dan dalam mutasi ini diyakini Wali Kota Makassar sudah mengetahui siapa-siapa saja pejabatnya yang tidak memiliki loyalitas dan dedikasi.
“Tentu mutasi ini dilakukan untuk menyelamatkan Kota Makassar dan menjadikannya Makassar dua kali tambah baik. Mutasi ini adalah bersih-bersih ala pak Danny bagi pejabat yang berkinerja buruk dan pejabat yang tidak paham dengan visi misi pemerintahan,” tambahnya.
Diketahui, rencana pelantikan pejabat eselon II sempat tertunda dua kali.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, ditundanya pelantikan berdasarkan permintaan dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Makassar. Hal ini karena masa pencairan anggaran masih berlangsung. Untuk itu, Danny sapaan karibnya memberikan kesempatan untuk Pelaksana Tugas Kepala BPKAD, Taslim Rasyid untuk menyelesaikan penandatanganan kuitansi pencairan dana seluruh Organisasi Perangkat Daerah.
“Kalau kita lantik hari Rabu otomatis harus cari lagi penanggung jawab harian untuk menandatangani kuitansi pembayaran. Karena ini orang lagi membayar penutupan tahun sudah mau tutup buku. Kan sayang itu kalau cuma dua hari,” ungkapnya.
Untuk itu, Danny sapaan karibnya meminta penyelesaiaan penadatanganan kuitansi hingga 14 Desember (hari ini). Ia pun langsung menginstruksikan pelantikan minggu ini setelah semua selesai, tepat pada Jumat (14/12).
Pelantikan ini dikatakan Danny dilakukan di Center Point of Indonesia. Ia pun telah melakukan koordinasi kepada pihak CoI mengenai pelantikan tersebut.(nug/war/b)

