MAROS, BKM — Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Kopumdag) Kabupaten Maros menggelar lomba desain kemasan produk Usaha Kecil Menengah (UKM). Lomba ini digelar di lobby kantor bupati Maros, Selasa (11/12). Lomba diikuti sekitar 30 UKM dengan produk makanan olahan.
Tim penilai lomba ini terdiri dari Kepala Dinas (Kadis) Kopumdag Maros, Frans Johan, dua orang akademisi bidang desain kemasan dari Unhas dan UNM serta perwakilan pelaku usaha UMKM di Maros.
Frans Johan mengatakan, salah satu masalah UKM di Maros tidak berkembang karena produk yang dikemas kurang menarik. ”Estetika kemasan produk UKM tidak ada. Sehingga baru dilihat kemasannya, konsumen sudah tidak berminat. Memang dari beberapa produk makanan olahan yang ditampilkan, ada yang seperti itu. Ini yang kita nilai kemasannya saja. Jadi bukan rasa atau kualitas produk,” ujarnya.
Dalam lomba ini, beberapa kriteria penilaian harus dipenuhi UKM makanan olahan, seperti estetika kemasan, konsep inovasi dan kreativitas serta pesan kemasan. Legalitas dan teknologi kemasan, keamanan, kekuatan, mudah dan bernilai ekonomis serta informasi nilai gizi.
Selain itu, ada juga penilaian sertifikat halal, Standar Nasional Indonesia (SNI), merek dagang, komposisi, tanggal kadaluarsa, berat bersih, nama dan alamat produsen hingga petunjuk penyimpanan.
”Sebuah produk makanan olahan harus memuat informasi penting dalam kemasan jadi bukan hanya kemasan yang menarik tapi informasi harus jelas. Setelah ini, yang memenuhi kriteria akan kita dorong menjadi produk unggulan Maros, jadi ini bisa dibilang menyaring produk UKM untuk masuk ke gerai pusat ole-ole Maros,” papar Frans.
Para pemenang akan mendapatkan uang pembinaan dari Dinas Kopumdag Maros. Sementara yang belum menang, akan dilakukan pelatihan desain kemasan untuk UKM. (ari/mir/c)
Kopumdag Maros Gelar Lomba Desain Kemasan Produk UKM
×

