GOWA, BKM — Sampah kembali menutupi permukaan air saluran irigasi Bonto-bontoa, Kelurahan Bonto-bontoa, Kecamatan Somba Opu. Dalam sepekan ini, soal sampah menjadi trending topik bagi kalangan pemerhati lingkungan termasuk menjadi perhatian serius Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.
Sejak Sabtu pagi (15/12) hingga Minggu sore (16/12), armada pembersih Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gowa bersama KPP (Kelompok Pemanfaat dan Pemeliharaan) Bonto-bontoa mengganyang sampah-sampah tersebut.
Hasilnya, 56 kubik sampah berhasil diangkat pada tiga titik tebaran sampah di sepanjang saluran irigasi Kelurahan Bonto-bontoa. Sampah-sampah inipun diangkut menggunakan hingga delapan kontainer.
Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas PU Gowa, Abitzar, mengatakan, pembersihan itu dilakukan sejak pagi hingga sore hari. ”Pagi sampai siang tadi bahkan sampai sore ini kami berhasil angkut sampah delapan kontainer. Sudah 56 kubik kami angkut dari total delapan kontainer itu,” kata Abitzar.
Sampah hasil buangan masyarakat di sepanjang saluran irigasi tersebut, nyaris tak pernah habis. Setiap saat bertambah. Kesadaran masyarakat masih minim untuk membuang sampahnya di tempat yang sesuai.
Dalam aksi bersih sampah yang dilakukan jajaran DLH ini, turut diikuti aparat Pemerintah Kecamatan Somba Opu, Kelurahan Bonto-bontoa, Kerukunan Pemuda Bonto-bontoa (KPBB) dan BKM naungan Korkot Kotaku.
Sebelumnya, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, telah menyinggung warga yang suka membuang sampah sembarangan. Menurut bupati, kesadaran masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan, harus dimiliki.
Bahkan, menurut Adnan kepada Berita Kota Makassar melalui pesan WhatsApp-nya, saluran irigasi Bonto-bontoa sudah dibersihkan sejak Minggu lalu. Namun kini kembali penuh sampah.
”Susahmi kalo begitu. Biar setiap hari dibersihkan kalo masyarakat tetap buang sampah sembarangan, pasti kotor lagi,” kata Adnan sembari menambahkan, masyarakat belum memahami apa dampak dari buang sampah sembarangan. Selain menimbulkan kejorokan kota, juga bisa menimbulkan banjir karena saluran air tersumbat sampah.
Korkot Kotaku Wilayah Gowa-Takalar, Nurliah Ruma, Minggu (15/12), dilokasi pembersihan irigasi Bonto-bontoa memotivasi warga sekitar untuk menanamkan rasa memiliki lingkungan yang bersih, indah, dan sehat. (sar/mir)
Saluran Irigasi Bonto-bontoa Dipenuhi Sampah
×

