GOWA, BKM — Tiba-tiba saja pagar makam Raja-raja Gowa yang terletak di Kelurahan Katangka ambruk. Pagar tembok inipun menimpa tiga rumah milik warga yang terletak di bagian bawah kawasan makam (di daerah kerendahan).
Peristiwa ini terjadi Jumat (21/12/2018) pukul 21.30 Wita. Ambruknya pagar tembok disebabkan curah hujan yang cukup deras sehingga membuat tanah tempat pagar tembok pembatas makam pahlawan nasional Sultan Hasanuddin dengan pemukiman warga ini tergerus lalu ambruk.
“Awalnya saya dengar suara piring pecah jadi saya kaget, pas saya keluar saya liat tembok makam dan bagian belakang rumah saya roboh,” kata Adnan, salah satu pemilik rumah yang tertimpa pagar pembatas makam.
Beruntung saat kejadian tidak ada korban jiwa. Adnan dan keluarganya selamat sebab yang tertimpa runtuhan pagar hanya bagian dapurnya saja sementara kamarnya serta kamar anaknya tidak terkena namun membuatnya trauma.
“Waktu kejadian saya belum tidur dan keluarga saya didalam kamar semua, yang hancur hanya dapur bagian belakang rumah saya,” katanya.
“Pondasi pagar bagian belakang roboh dan menimpa tiga rumah warga sehingga menyebabkan rumah itu rusak sedang,” kata Kepala BPBD Kabupaten Gowa, Ikhsan Parawansa yanh dikonfirmasi.
Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga langsung ke lokasi melihat langsung kondisi runtuhan tembok pagar makam Sultan Hasanuddin yang menimpa rumah tiga warga, dinihari.
“Saat kami datang ke lokasi, memang ada bongkahan dinding yang telah menimpa dan membuat rumah warga rusak,” jelas Shinto ditemui di lokasi didampingi Kapolsek Somba Opu Kompol Soma Miharja.
Shinto pun mengimbau agar warga dapat berhati-hati dan waspada karena ditemukan juga ada dinding tembok Makam Sultan Hasanuddin yang juga sudah dalam kondisi miring dan terlepas dari pegangannya.
Polres Gowa pun mengamankan lokasi kejadian dengan memasang police line dan meminta warga agar tidak mendekat pada area tersebut sebagai upaya untuk mengantisipasi dampak lanjutan yang bisa saja terjadi.
“Sejauh ini kami belum bisa menyimpulkan apa penyebab kejadian ini, namun fakta di lapangan adanya curah hujan yang tinggi mengakibatkan air terdesak pada tempat yang lebih rendah, dimana posisi robohnya dinding merupakan tempat terendah dalam kawasan makam,” jelas Shinto.
Dikatakannya, Polres Gowa akan melakukan pendalaman terhadap kejadian robohnya dinding pembatas makam Sultan Hasanuddin, mulai dari bagaimana tata pengelolaan air hujan ketika curah hujan yang cukup tinggi, hingga quality control dari pelaksana kerja pagar makam yang saat ini tahap pembangunan. (saribulan)

