pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sidrap Urutan Kedua Penyetor Pajak Terbesar

SIDRAP, BKM — Kabupaten Sidrap menjadi salah satu daerah di Sulawesi Selatan menjadi penyetor pajak terbesar setelah Kota Makassar. Khusus sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) saja, Unit Pelaksana Tehnis Daerah (UPTD) Samsat Wilayah Sidrap menempati urutan kedua dalam hal penyetoran pajak tersebut setelah Kota Makassar.
Hal tersebut terungkap dalam pemaparan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sulsel, Tautoto Tanaranggina saat menjadi pemateri pada Sosialisasi Pajak Daerah yang digelar UPTD Samsat Sidrap di Aula SKB Dinas Pendidikan Sidrap, Rabu (18/11).
“Lumayan loh, Sidrap itu salah satu daerah terbesar penyumbang pajak di Sulsel. Untuk satu hari ini saja (Rabu kemarin) hingga pukul 14.30 Wita, Sidrap telah memasukkan dana ke kas daerah sebesar Rp148 juta. Kita bisa cek di online Pajak Dispenda,” ungkap Tautoto dihadapan ratusan peserta sosialisasi.
Menurutnya, sektor pajak yang disumbangkan Sidrap bersama kabupaten/kota lain di Sulsel, diantaranya pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, pajak air permukaan serta pajak rokok.
“Semua itu kami terapkan untuk sektor pemasukan sebagai salah satu target PAD kita. Dari hasil itu, tentu kami dari provinsi punya kewajiban memberikan kontribusi bagi hasil untuk kabupaten. Paling banyak hasil pajak masyarakat itu dialokasikan untuk sektor kesehatan, pendidikan dan prasarana umum, seperti peningkatan jalan,” paparnya.
Untuk pajak keseluruhan 24 kabupaten/kota, Dispenda Sulsel diwajibkan memenuhi target APBD 2015 sebesar Rp3,6 triliun dari semula Rp3,4 triliun sebelum anggaran perubahan. “Sebelum akhir tahun target sudah kami capai, sehingga pada APBD perubahan kita ditambah target Rp200 miliar. Tapi dengan kesadaran masyarakat yang sudah mulai bayar pajak, insya Allah target itu kami akan capai bersama,” tandasnya.
Kepala UPTD Samsat Wilayah Sidrap Hj Florenswaty, menambahkan, target PKB yang ditetapkan untuk daerah ini sebesar Rp31 miliar per tahun. Diapun optimistis bisa merealisasikannya. Hal itu setelah dikalkulasi pemasukan setiap harinya yang mencapai rata-rata Rp150 juta per hari.
“Untuk update hari ini (kemarin), sudah 90 persen atau sekitar Rp148 juta uang pajak kendaraan disetor. Alhamdulillah, kita setiap hari selalu ranking kedua. Bahkan selama Oktober pemasukan PKB Sidrap selalu urutan pertama,” ujar Florenwaty usai sosialisasi.
Untuk menggenjot semua sektor pajak, pihaknya membutuhkan gerai permanen yang akan ditempatkan di tingkat kecamatan. Yang paling mendesak, katanya, ada tiga kecamatan yang jauh untuk mendapatk prioritas Gerai Samsat permanen guna memudahkan pelayanan bagi wajib pajak.
“Untuk itulah Pemerintah setempat diharapkan bisa mengakomodir keinginan masyarakat dalam menggenjot sektor PAD, yakni menempatkan gerai di kecamatan terjauh seperti Pitu Riase, Pitu Riawa dan Dua Pitue,” katanya.
Disebutkan Florenwaty, total keseluruhan target pajak tahun 2015 ini sebesar Rp67 miliar. Angka itu sudah termasuk pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, pajak air permukaan serta pajak rokok. “Akhir tahun kita optimis itu sudah terealisasi, karena data kita hingga November sudah mencapai 85 persen pajak yang direaliasikan,” tandasnya.
Sosialisasi pajak daerah ini dihadiri Wakil Bupati Sidrap H Dollah Mando dan Kanit Regident Samsat Sidrap Iptu Basri. Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh pemaparan. Tidak sedikit diantaranya yang melontarkan pertanyaan kepada narasumber mengenai obyek pajak daerah. (ady/rus/c)



×


Sidrap Urutan Kedua Penyetor Pajak Terbesar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar