MAKASSAR, BKM–Kampanye Pemilu 2019 telah berlangsung dua bulan terakhir. Setiap partai politik punya strategi untuk meraih simpati dan dukungan masyarakat. Begitu halnya dengan Partai Persatuan Indonesia atau Perindo. Di Sulawesi Selatan, DPW Partai Perindo mencoba memaksimalkan sistem tandem atau duet calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten/Kota hingga caleg DPR RI.
“Model kampanye kita ini sistem tandem. Mereka (caleg) bergerak di semua level, di tingkat provinsi, pusat mau pun kabupaten kota,” ujar Ketua DPW Partai Perindo Provinsi Sulsel, Sanusi Ramadhan, belum lama ini.
Menurut Sanusi, setiap caleg Perindo Sulsel yang ingin memiliki tandem, diberikan kebebasan untuk memilih. Hal itu berbeda dengan sistem tandem caleg dari partai politik lain yang menerbitkan surat secara resmi untuk tandem caleg. “Masing-masing memilih saja, jadi partai cuma memfasilitasi,” kata Sanusi yang juga caleg DPRD Sulsel dapil 2. “Kalau dia belum punya tandem maka kita pertemukan, contoh saja Arsyil, dia tandem dengan puluhan caleg kabupaten kota setelah kita fasilitasi. Jadi memang komunikasi DPP turun ke DPW untuk tandem,” tambah Sanusi.
Selain itu menurut Sanusi, dengan sistem kampanye menduetkan caleg, masyarakat dianggap terbuka dan telah sedikit-banyak telah menerima kehadiran Perindo sebagai partai peserta Pemilu 2019. (qadri)

