MENJADI enterpreneur sukses dan punya bisnis usaha sendiri telah lama didambakan Aisyah Humaerah Basyar. Bahkan sejak masih duduk bangku perguruan tinggi di Universitas Brawijaya, Kota Malang, ia mulai mencari peluang untuk membuka usaha sendiri.
Laporan: ARIF AL QADRY
Melalui semangat dan kerja kerasnya, semua ide dan cita-citanya ini berhasil dibuktikan dan terlaksana usai lulus kuliah.
Usaha Cemilan Bonyoqu. Cemilan gurih dan renyah dengan bahan baku jagung ini menjadi produk bisnis perempuan lahir di Ujung Pandang, 18 Mei 1994. Bonyoqu, cemilan jagung ini mulai dirintis di 2017. Hingga sampai sekarang, Bonyoqu sudah masuk untuk di jual di toko-toko modern swalayan, dan restoran di Makassar.
Kesuksesan Aisyah mengembangkan bisnis usaha kuliner berupa cemilan jagung, tidak lepas dari pengalaman dan ilmu strategi pemasaran yang di terima sewaktu kuliah. Ditambah lagi, semangatnya yang tak pernah surut untuk menghadirkan inovasi rasa terbaru yang bisa di terima masyarakat luas. Seperti dengan menghadirkan varian rasa mulai original, chocolate, spicy, seaweed dan cheese.
“Masih kuliah saya sudah tertarik menjadi enterpreneur dengan mengembangkan produk lokal dan bisa bersaing. Apalagi saat kuliah saya mengambil jurusan pemasaran di fakultas ekonomi,” jelasnya kepada penulis, kemarin.
Apa yang dia dapatkan saat ini, tidak membuatnya lekas puas. “Apa yang saya lakoni sekarang ini belum cukup. Saya harus terus berjuang menciptakan inovasi yang bisa diterima semua orang,” katanya.
Satu bungkusan terdapat empat toples plastik berisi kerupuk jagung dengan aneka macam rasa. Bisa juga pembeli memesan satu rasa khusus dalam satu bungkus kemasan. Harga satu box Bonyoqu seharga Rp50.000. Satu box berisi empat toples dengan tiap toples berat isinya 80 gram.
Jagung-jagung diolah menjadi kerupuk jagung adalah jenis jagung putih. Jagung ini di peroleh dari petani di Kabupaten Takalar. Pembuatan kerupuk jagung sudah dikerjakan beberapa pegawai. Dan mampu mendapat omzet dalam sebulan Rp25 juta.
“Tahun 2019 ini saya menaretkan bisnis usaha ini bisa berkembang lagi. Bukan cuma di pulau sulawesi, tapi dapat di terima dan disukai masyarakat nusantara, seperti masyarakat di Pulau Jawa, Kalimantan, Papua, Sulawesi, NTT, NTB dan Sumatera,” tuturnya. (*)

