MAKASSAR, BKM — Pelaku UKM yang berorientasi ekspor megikuti pembekalan dan training, 11-12 Maret di Hotel Melia Makassar.
Pembekalan berupa Taining of Mentors AMEN Indonesia dalam rangka Ekspor dan Internasionalisasi UKM itu diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari enterprenuers, pembina UKM, dosen, pengelola PKBL/CSR, Konsultan/Pendamping UMKM, Komunitas UMKM yang telah mendaftar melalui platform LUNAS (Layanan UMKM Naik Kelas ).
Kepada Dinas Koperasi & UKM Provinsi Sulsel Abd Malik Faisal berharap agar pelaku UMKM yang berorientasi ekspor membangun jejaring yang kuat dengan negara-negara Asean khususnya Korea.
Dia menekankan, para pelaku UKM berorientasi ekspor harus belajar berkomunikasi dengan bahasa dimana negara tujuan produknya.
Selain itu, harus membangun komunikasi yang efektif dengan buyers. Untuk itu, peran pendamping dan konsultan ekspor harus cekatan dalam mengelola networking, memahami keinginan pasar global, mengelola permasalahan UMKM, setelah mengikuti even promosi.
Abdul Malik lebih lanjut menyampaikan harapan dan arahan bapak Gubernur Sulsel agar produk UMKM tampil lebih berdaya saing untuk tembus pasar Ekspor.
“Makanya UMKM harus memahami 3GO, GO Modern, GO digital dan GO global,” kuncinya.
Kegiatan ini dibuka oleh Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM RI yang di wakili oleh Sekretaris Deputi, Devi Rimayanti.
Dia menyampaikan, Kementerian Koperasi dan UKM RI akan terus berkomitmen meningkatkan kontribusi ekspor terhadap produk UKM. Khususnya untuk non migas.
Saat ini kontribusi UKM pada ekspor
non migas baru sekitar 14,17 persen, padahal Free Trade Agreement ( FTA ) UKM dapat melakukan ekspor langsung. (rhm)
Baru 1.000 UKM yang Difasilitasi Pemkot
×

