MAROS, BKM — Bidang penyelenggaraan haji dan umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan orientasi penyelesaian dokumen jamaah haji di Hotel Transit.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (23/11) sampai Rabu (25/11) dalam rangka evaluasi pelaksanaan haji tahun 2015. Salah satu yang mengemuka dalam kegiatan ini, terkait pengembalian kuita normal untuk seluruh kloter di tanah air, serta masalah keterlambatan visa Calon Jemaah Haji (CJH).
Kegiatan dibuka Kakanwil Kemenag Sulsel, Abd Wahid Thahir didampingi Kepala Kemenag Maros, Syamsuddin yang juga menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan itu.
Kakanwil Sulsel mengatakan, dari hasil evaluasi pelaksanaan haji tahun 2015, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, seperti penentuan kabupaten sebagai kloter awal.
“Kedepan, penentuan kloter awal berdasarkan kabupaten mana yang pertama mengusulkan paspor dan kabupaten itulah yang akan di urus lebih dulu visanya. Dengan demikian tidak adalagi kejadian seperti penyelenggaran Haji tahun ini misalnya visa terlambat keluar,” inginnya.
Kakanwil juga berharap bahwa kedepannya dalam seleksi petugas yang menyertai jamaah haji betul-betul diseleksi dan memahami tugas dan fungsinya sebagai petugas, dan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan Lima Budaya Kerja yang dicanangkan oleh Menteri Agama.
“Saya berharap penyelenggaraan haji tahun selanjutnya lebih baik, apalagi dengan kembalinya kuota normal atau tidak lagi ada pemberlakuan pemotongan 20 persen kuota seperti tahun sebelumnya dan ditambahnya kuota jamaah haji Indonesia dari Kerajaan Arab Saudi,” harapnya.
Kegitan ini diikuti sedikitnya 70 orang peserta yang berasal dari berbagai instansi seperti Dinas Perhubungan, Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan se-Sulsel, kantor Imigrasi Makassar dan Pare-pare serta Kasi Kemenag kabupaten/kota di Sulsel. (ari-ril/c)
Kuota Haji Tahun 2016 Kembali Normal
×

