MAROS, BKM — Sebanyak 6.491 orang siswa/siswi di Kabupaten Maros akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tahun ajaran 2018-2019. Meski pemerintah sudah memberikan bantuan sarana komputer kepada sekolah negeri dan swasta yang ada di Kabupaten Maros.
Namun masih ada beberapa sekolah negeri satu atap (Satap) harus ikut ke sekolah negeri terdekat lantaran sarana komputer yang dimilikinya belum cukup untuk melakukan ujian mandiri.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, H Abd Muis yang dihubungi wartawan mengatakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) akan digelar secara serentak pada 22 April 2019 mendatang.
Seluruh sekolah se-tingkat SMP baik negeri maupun swasta telah melaksanakan UNBK seratus persen. Pemerintah telah menyiapkan falisitas berupa sarana komputer ke seluruh sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Maros.
”Sudah tidak ada alasan sekolah menolak siswanya untuk ujian nasional secara manual. Karena semua fasilitas berupa komputer sudah diberikan pemerintah sejak tahun lalu,” jelas Muis.
Disebutkan Muis, sekolah yang akan mengikuti UNBK tahun 2019 sebanyak 43 sekolah negeri, 30 sekolah swasta, 2 MTs negeri, dan 42 Mts swasta dengan total keseluruhan 117 sekokah setingkat SMP.
Sementara jumlah peserta yang sudah terdaftar mengikuti UNBK tahun 2019 dari sekolah negeri sebanyak 3.995 orang peserta. Untuk peserta sekolah swasta sebanyak 1.012 orang peserta. Sedangkan peserta UNBK khusus MTs negeri sebanyak 118 peserta dan MTs swasta sebanyak 1.296 peserta dengan total keseluruhan peserta UNBK se-Kabupaten Maros sebanyak 6.491 orang peserta.
Dikatakan Muis, peserta UNBK tersebut ada yang masih menggunakan pembelajaran kurikulum KTSP dan Kurikulum K-13. Sekolah yang menggunakan kurikulum KTSP dari sekolah negeri sebanyak 28 sekolah, swasta sebanyak 29 sekolah.
Sedangkan sekolah naungan Depag untuk MTs swasta yang menggunakan kurikulum KTSP sebanyak 9 sekolah, dan sekolah MTs negeri yang menggunakan kurikulum. K-13 sebanyak 2 sekolah dan MTs swasta sebanyak 33 sekolah.
”Jumlah keseluruhan yang menggunakan kurikulum KTSP sebanyak 66 sekolah dan 51 sekolah yang menggunakan kurikulim K-13,” kata Muis.
Disebutkan, untuk sekolah se-tingkat SMP sejak tahun lalu, semuanya telah melaksanakan UN berbasis komputer. Hal ini sesuai dengan arahan bupati Maros, hingga pelaksanaan UNBK di Maros sudah dua tahun 100 persen.
”UNBK 100 persen sudah terlaksana sejak tahun lalu. Karena sarana dan prasarana sudah dilengkapi pemerintah,” kata Muis. (ari/mir/c)
6.491 Siswa di Maros akan Ikuti UNBK
×

