MAKASSAR, BKM– Beberapa tahun belakangan industri otomotif Indonesia sedang dalam masa subur, penjualan kendaraan bermotor terus meningkat. Bahkan Sulawesi Selatan mencatat total Cut off pada tahun lalu mencapai Rp 12,6 trilliun pembiayaan yang tersalurkan.
Menurut Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) FKD Makassar, Sulawesi Selatan, I Putu Danda Dharmika, tren pembiayaan otomotif selama tahun 2018 membukukan kinerja positif. Hal ini dikarenakan kebanyakan konsumen Indonesia membeli kendaraan dengan kredit secara tidak langsung. Tentu akan meningkatkan konsumen perusahaan pembiayaan.
“Untuk masuk semester pertama ini belum ada totalan semuanya berapa, tapi untuk pencapaian ditahun 2018 kemarin total cut off September 2018 untuk Sulsel kita sudah salurkan pembiayaan sebesar Rp12,6 triliun dimana tahun 2017 dibulan yang sama sebesar Rp11,9 triliun, tentu ini ada kenaikan dan di 2019 kemungkinannya bisa lebih lagi,” ungkapnya, Rabu (20/3).
Selain itu, secara kualitas pembiayaan juga masih cukup terjaga. Dimana Non Performing Financing secara industry berada pada angka 3,18 persen, sehingga pertumbuhan asset masih diimbangi dengan penjagaan kualitas pembiayaan yang disalurkan. Tak terkecuali pada tahun ini peningkatan akan terus terjadi.
“Based on data nasional cut off September 2018 masih membukukan kinerja positif. Dimana angka pertumbuhan asset mencapai 9 persen yoy dan non Performing Financing diangka 3,18 persen. Meskipun secara trend bulanan masih fluktuatif,” bebernya.
Ia menambahkan, selama tahun 2018 rekening pembiayaan didominasi oleh motor baru, karena berbagai seasonal marketing program sinergi antara dealer dan perusahaan pembiayaan. “Biasanya di musim mulai sekolah, lebaran dan akhir tahun sangat merangsang masyarakat untuk membeli motor baru,” ujarnya.
Seakan tak mau kalah, pembiayaan mobil, truk dan bus juga meningkat di kendaraan baru. Hari ini dengan uang muka yang tidak jauh beda dengan saat akan melakukan pembelian mobil bekas, membuat konsumen lebih memilih membeli mobil baru. Pembiayaan truk juga meningkat karena proyek pembangunan yang semakin banyak dan pertambangan sudah mulai beroperasi normal.
“Segmen Motor dan Mobil bekas yang struggle meskipun dari perusahaan pembiayaan tetap menjadi suatu segmen tersendiri karena adanya pembiayaan multiguna atau refinancing sudah banyak yang mengeluarkan produk tersebut,” jelasnya.
Sehingga ia memprediksikan, pembiayaan di tahun 2019 masih sangat besar untuk dioptimalkan. Apalagi dengan melihat penjualan otomotif secara data industry, untuk sepeda motor naik 8.4 persen yoy, dimana hal ini didukung adanya harga komoditas yang mulai naik di wilayah Indonesia Timur khususnya.
Sementara di segmen Mobil juga diprediksi akan semakin naik karena adanya proyek pemerintah nasional atau daerah yang semakin banyak, sehingga prediksi Truk dan Bus yang akan meningkat penjualannya untuk mendukung sektor perkebunan dan pertambangan.
“Kita merujuk pada data penjualan 2018 saja, jasa perusahaan pembiayaan bisa naik sebesar 70 persen dan diprediksi share ini akan meningkat di tahun 2019,”tutupnya. (ita)
Penjualan Kendaraan Naik 70 Persen
×

