PAREPARE, BKM — Lagi-lagi persoalan bonus bagi atlet Parepare peraih medali di PON Pinrang bersoal. Kali ini Dinas Kepemudaan Olahraga dan Parawisata (DKOP) Parepare menolak mencairkan bonus karena dinilai tak rasional.
Kadis DKOP Parepare Syukur Rasak menolak mencairkan tersebut dengan dalih jarak bonus peraih emas, perak dan perunggu terlalu jomplang.
“Bonus peraih emas, perak dan perunggu terlalu jauh jadi saya tidak menyetujuinya. Saya takut diproses hukum,”kilahnya.
Syukur membandingkan dengan daerah lain, pemberian bonus bagi atlet peraih emas, perak dan perunggu tidak terlalu beda jaraknya. Bahkan nilainya pun tak terlalu tinggi.
Untuk bonus, Sykur hanya menyetujui emas Rp 7 juta, perak Rp 4 juta dan perunggu Rp 2 juta. Nilai itu wajar dan rasional. Tapi permintaan KONI dinilainya tidak wajar
Dirinya menenolak menghadap Walikota sebelum KONI merasionalisasi nilai bonus bagi para peraih medali.
”Dana yang kami siapkan Rp 688 juta, jika permintaan tinggi maka kami minus, jadi mestinya KONI rasionalkan dulu,”tambahnya
Sementara Ketua KONI kota Parepare, Parman Parid menyesalkan sikap DKOP yang menola mencairkan bonus atlet.
Pasalnya, dana yang diusulkan KONI untuk bonus atlet peraih emas, perak dan perunggu tak disanggupi DKOP.
Menurut Parman sudah tiga kali rapat mencari solusi tapi tetap saja tidak ada jalan keluar.
“Kami salahkan DKOP Parepare yang tak mau cairkan dana bonus bagi atlet,”teranya.
KONI mengusulkan bonus atlet dengan rincian, medali emas Rp 15 juta, perak Rp 5 juta dan medali perunggu 2,5 juta. Tapi ini tidak direalisasikan Kadis DKOP. (smr/D)

