PANGKEP, BKM — Terbatasnya jalur transportasi kapal ke beberapa pulau di Kecamatan Liukang Tangaya dan Liukang Kalmas menyebabkan pasokan elpiji untuk warga di kepulauan terluar tersebut, juga mengalami kesulitan.
Meski begitu, pihak dinas perdagangan Pangkep akan memperhatikan kebutuhan bahan bakar elpiji di wilayah kepulauan. Terutama menjelang Idul Fitri tahun 2019 ini.
Kepala Dinas Perdagangan Pangkep, Andi Ansar Paduai, pada Selasa (21/5), menjelaskan, pihaknya akan tetap memantau kelancaran pendistribusian bahan bakar elpiji untuk warga di pulau terluar.
”Pasokan gas elpiji terhambat karena faktor transportasi ke wilayah kepulauan terluar sangat terbatas. Tetapi untuk mengantisipasi keterbatasan itu, kami terus berkoordinasi dengan pihak agen elpiji,” jelas Andi Ansar.
Dikatakan Andi Ansar, selain masalah elpiji, pihak Disperindag juga terus memantau berbagai kebutuhan pokok, baik di seluruh pasar maupun kestabilan harga ditingkat pengecer di luar pasar.
”Dari hasil pantauan kami tentang situasi harga kebutuhan pokok pada pertengahan Ramadan tahun ini masih stabil. Misalnya gula, terigu, hingga telur dan daging, semuanya masih stabil dan stok juga aman hingga lebaran mendatang,” terangnya.
Hingga saat ini, pihak dinas perdagangan sudah dua kali melakukan pemantauan pasar saat Ramadan bersama instansi terkait. Hasilnya, semua masih aman. Pada pertengahan bulan puasa ini, dua komoditi seperti bawang putih dan bawang merah mengalami penurunan harga.
”Khusus untuk kebutuhan elpiji, kami juga sudah melakukan koordinasi dengan para agen di Pangkep. Termasuk yang memasok elpiji didua kecamatan kepulauan terluar di Kecamatan Kalmas dan Kecamatan Liukang Tangaya.
”Untuk didua wilayah ini, transportasi ke sana menjadi hambatan karena sangat terbatas. Warga hanya mengandalkan feri atau perintis yang melayari wilayahnya satu kali dalam dua pekan,” pungkas Ansar. (udi/mir/c)
Warga Pulau Terluar Kesulitan Pasokan Elpiji
×

