MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan menyerahkan bantuan bahan material ke korban angin puting beliung yang rumahnya rusak berat ringan dan sedang, yang terjadi pada, Minggu (29/11) lalu. Bantuan tersebut berupa balok dan seng.
“Setelah melakukan asesment ke sejumlah rumah yang rusak akibat dihantam angin puting beliung, pemerintah akan berusaha memberikan bantuan berupa balok, seng dan lainnya. Sekarang ini masih dalam proses manajement penanggulangan bencana alam, nanti baru proses rehabilitasi,” tegas Wakil Wali Kota Makassar, Syamsul Rizal kepada BKM, Senin (30/11).
Deng Ical sapaan akrab wawali menambahkan, untuk sementara pemerintah telah menyediakan sejumlah bantuan berupa obat, dapur umum untuk membantu warga yang terkena bencana alam.”Kalau obat sama makanan itu bantuan darurat, dan pastinya sudah kita sediakan untuk korban,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Syahruddin menjelaskan, angin puting beliung yang melanda sebagian wilayah Kota Makassar tepatnya di Manggala, Antang, merusak sedikitnya 167 rumah.
“Untuk sementara kami telah mencatat sedikitnya 167 rumah yang mengalami kerusakan. Dari jumlah 167 itu, sebayak 105 rumah yang rusak parah karena atap rumahnya hilang dan tiang-tiang rumahnya juga rubuh,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, jelas Syahruddin, pihaknya mengupayakan memberikan bantuan berupa seng dan balok.”Saat ini kita sudah kasih bantuan berupa, dapur umum dan tenda untuk warga. Kami juga mengupayakan memberikan bantuan berupa seng dan balok untuk warga karena itu bantuan yang sangat diperlukan warga,” katanya.
Sementara itu, Prakirawan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Sulawesi Selatan, Sujarwo menyebut bahwa angin puting beliung saat ini sangat rawan terjadi karena masa transisi dari musim kemarau ke musim penghujan. Adapun titik rawan terjadi angin puting beliung pada daerah bagian barat dan utara Sulsel.
“Kecepatan angin saat ini mencapai 60 km perjam. Sementara untuk tinggi ombak di laut masih normal dibawah 1.5 meter,” terangnya.
Sehari sebelumnya, hujan disertai angin kencang melanda beberapa wilayah di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Minggu (29/11) siang.
Bencana alam tersebut, mengakibatkan ratusan rumah rusak. Rumah yang rusak tepatnya di Rukun Warga (RW) 05, rumah sekitar Tempat pembuangan Akhir (TPA) Antang, serta di Kompleks Berlian Antang.
Selain rumah warga, angin puting beliung juga hancurkan satu bangunan sekolah, SD Parinringan, Tamangapa. Atap dan tembok bangunan sekolah rusak.
Anwar, salah seorang warga yang rumahnya ikut rusak parah akibat terjangan angin puting beliung mengatakan, sebelum rumahnya rusak, terlebih dahulu terdengar suara menggemuruh disertai petir. Berselang beberapa menit tiba-tiba atap rumahnya terangkat.”Hujan disertai angin dan kilat, berlangsung sekitar satu jam. Saya dan warga lainnya berhamburan keluar rumah setelah atap seng mulai terangkat dan dinding yang jatuh,” ungkap Anwar.(arf/war/c)
Pemkot Bantu Korban Angin Puting Beliung
×

