BARRU, BKM — Aktifitas pengangkutan material timbunan proyek pembangunan jalur rel kereta api merusak jalan poros Nepo-Palanro di Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru.
Kerusakan jalan dibeberapa titik sudah membentuk kubangan kerbau, sehingga warga membuat perahu kertas sebagai sindiran atas kerusakan jalan yang tidak memperoleh perhatian dari Pemkab.
Akhir-akhir ini bukan hanya jalur poros Desa Nepo yang rusak karena aktivitas pengangkutan material timbunan proyek pembangunan jalur rel kereta api. Jalur poros Takkalasi ke Tompo juga mengalami kerusakan dengan perkara yang sama.
Kadis PU Barru, Herman Jaya tak menampik ada beberapa ruas jalan yang rusak karena aktivitas pengangkutan material timbunan proyek rel kereta api.
Herman menilai pihak Satker Perkereteapian semestinya bertanggung jawab atas kerusakan jalan. Memang ada beberapa perbaikan seperti menempel jalan berlubang.
“Tapi langkah itu tidak berlangsung lama kemudian rusak lagi karena tidak diawali dengan dasar pengaspalan. Semestinya kondisi ini harus menjadi koordinasi antara Satker Perkereteapian dengan Dinas Perhubungan karena Instansi yang memiliki jaringan link ke Satker Perkereteapian, ” pungkas Herman.
Dia menilai upaya perbaikan jalan yang dilalui aktivitas pengangkutan material timbunan proyek kereta api, tidak dilakukan upaya pemeliharaan jalan sebelum selesai proyek kereta api.
“Sebab kalau sekarang dilakukan perbaikan jalan, kembali lagi dilalui kendaraan pengangkut material timbunan proyek yang rata-rata bermuatan lebih dari kapasitas kemampuan jalan Kabupaten,” tambahnya
(udi/C)
Jalan Poros Nepo Mirip Kubangan
×

