MAROS, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros kembali menggelar Bursa Inovasi Desa (BID) Program Inovasi Desa (PID) tahun anggaran 2109. Kali ini untuk Kluster Malabomama, yakni Kecamatan Maros Baru, Lau, Bontao, Mandai, dan Marusu, digelar di aula kantor Kecamatan Maros Baru, Rabu (24/7).
Wakil Bupati Maros, HA Harmil Mattotorang, saat menghadiri kegiatan ini menyampaikan, program inovasi desa merupakan kebaruan dalam praktik pembangunan dan pertukaran pengetahuan. Inovasi dipetik dari hasil kerja di
desa-desa dalam melaksanakan kegiatan pembangunan yang didayaguna pengetahuan yang dapat ditularkan secara meluas.
Bursa inovasi desa Kabupaten Maros tahun ini dilaksanakan pada tingkat kecamatan, dengan membagi 13 kecamatan ke dalam 3 kluster, yakni Kluster Camara yang terdiri Kecamatan Camba, Cenrana, dan Mallawa.
Kluster Bassangtitumo yang terdiri Kecamatan Bantimurung, Simbang, Tanralili Tompobulu dan Moncongloe. Juga, Kluster Malabomama, yakni Kecamatan Maros Baru, Lau, Bontao, Mandai dan Marusu.
”Bursa inovasi desa bertujuan meningkatkan kualitas penggunaan dana desa melalui berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa
yang lebih inovatif dan peka terhadap kebutuhan masyarakat. Ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas,” paparnya.
Camat Maros Baru, Andi Zulkifli Riswan Akbar, menyampaikan, suatu kehormatan bagi Pemerintah Kecamatan Maros Baru, sebagai tempat dilaksanakannya BID untuk Kluster Malabomama. Tim PID diharap dapat bersinergi dengan pemerintah desa agar
dapat menciptakan suatu terobosan membuat produk yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat desa.
”Dengan adanya bursa inovasi desa, desa-desa wilayah Kluster Malabomama yang sebagian merupakan wilayah pesisir dapat berkembang semakin baik dan masyarakatnya makin sejahtera,” ujarnya.
Bursa inovasi desa sebagai bagian dari pembinaan pemberdayaan masyarakat desa yang merupakan pengembangan dari proses menuju ke arah yang lebih baik.
Ketua panitia, Akhmad, mengatakan, bursa inovasi desa merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa dalam lingkup kabupaten. Bursa inovasi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari model pengelolaan inovasi ditingkat kabupaten.
”Dari 5 kecamatan di Kluster Malabomama, terdiri dari 25 desa. Kegiatan ini diikuti masing-masing 4 orang peserta setiap desa, yakni kepala desa, ketua Badan Pemberdayaan Desa (BPD), perwakilan perempuan dan unsur masyarakat,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini disajikan 20 ide nasional dan 25 ide lokal, terbagi dalam tiga kelompok bursa, yakni bidang infrastruktur, bidang sumber daya manusia, dan bidang kewirausahaan. (ari/mir/c)
Maros Tingkatkan Kualitas Penggunaan Dana Desa
×

