MAMUJU, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju mulai gencar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menyusul adanya rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sulbar.
Pemkab Mamuju pun menggunakan jurus baru kepada wajib pungut atau wajib pajak. Yakni Mobile Payment Online Sistem atau M-POS, alat perekam transaksi secara online yang dipasang di rumah makan, tempat hiburan dan perhotelan sebagai pengukur jumlah pungutan pajak dari konsumen yang wajib disetor kepada pemerintah daerah.
Alat tersebut bekerja terhubung langsung dengan perangkat komputer pada kasir. Sehingga jumlah pajak yang dibayar konsumen kepada pelaku usaha dapat terekam dalam M-POS. Jadi jumlah yang akan dipungut oleh pemerintah dapat diketahui.
Hal tersebut untuk menghindari adanya pelaku usaha yang tidak menyetor pajak konsumen secara keseluruhan kepada pemerintah darah. Alat tersebut juga di bawah pengawasan dan pendampingan korsup KPK.
Hasil dari pemasangan M-POS, Bupati Mamuju, H Habsi Wahid mengaku mendapatkan hasil sangat menggembirakan. Dimana, pada satu titik yang biasanya hanya menyetor Rp500 ribu, sekarang setorannya bisa sampai Rp2 jutaan. Ia berharap, semua pihak dapat bekerjasama dalam pengoperasian M-POS demi mendukung peningkatan PAD Kabupaten Mamuju.
”Kalau semua titik-titik PAD baik itu rumah makan, tempat hiburan dan perhotelan dipasangi alat ini, saya yakin PAD kita bisa meningkat dari Rp70 miliar mencapai Rp200 miliar lebih. Yang sangat dibutuhkan adalah bagaimana para pelaku ekonomi ini mau bekerjasama. Juga bagaimana instansi terkait memberi edukasi terkait peraturan pungutan pajak tersebut secara merata, mungkin bisa dilakukan berkala sehingga ini tersosialisasi dengan baik,” papar Habsi saat meninjau sistem kerja alat perekam tersebut, pada Rabu (22/8) di Rumah Makan Cilacap sebagai salah satu rumah makan yang telah dipasangi alat M-POS.
Kepala Bank Sulselbar, Arifuddin Haruna mengaku telah berkomitmen mendukung penuh jurus baru pemerintah Kabupaten Mamuju dalam meningkatkan capaian PAD. Terkait pengadaan alat M-POS, Arifuddin mengaku tidak akan membatasi jumlahnya untuk Kabupaten Mamuju, karena Mamuju merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Barat, juga Mamuju sebagai pilot project di Sulbar dalam peningkatan capaian PAD. (ala/mir/c)
Bapenda Mamuju Gencarkan Peningkatkan PAD
×

