USAHA pisang ijo di Makassar sudah tidak asing lagi. Ternyata Pisang ijo berbungkus terigu berwarna hijau pandan plus lamuran vla ditambah sirup sebagai pemanis, adalah usaha menjanjikan. Seperti yang dijalankan Ratih Puspitasari R. Bahkan Ratih bisa membantu 15 mahasiswa untuk membayar uang kuliah lewat berwirausaha.
Laporan: ARDHITA ANGGRAENI
Bukan program beasiswa atau semacamnya, Perempuan kelahiran Kendari, 17 September 1997 ini mengaku, dirinya memberikan biaya bantuan kuliah tidak secara cuma-cuma. Melainkan, dirinya membimbing 15 mahasiswa itu untuk berwirausaha. Bermodalkan usaha pisang ijo miliknya yang diberi nama ‘Pisang Ijo Bu Rete’, Ratih bisa melatih banyak mahasiswa untuk menjadi pengusaha.
“Saya juga perantau, pengalaman dan biaya kuliah di Makassar juga tidak mudah. Makanya saya memutuskan buka usaha pisang ijo ini secara online. Termasuk mengajari adik-adik mahasiswa berwirausaha. Mereka bisa bayar uang kuliah sendiri,” ungkapnya, kepada penulis akhir pekan lalu.
Olehnya itu, Ratih saat ini memiliki binaan 15 mahasiswa untuk bisa diajarkan berwirausaha dan memiliki SDM dalam membesarkan usaha itu. Dirinya juga mengaku, tidak menutup kemungkinan dirinya bakal memperluas usahanya dengan membuka outlet di Makassar.
“Saya harus tahu dulu kak, tidak asal kasih (bantuan) begitu saja. Sebenarnya sudah dari tahun lalu saya punya outlet, tapi saya ditipu sama orang yang katanya mau ajak kerjasama,” katanya.
Untuk membesarkan usahanya di tahun 2015, Ratih hanya punya modal Rp500 ribu. Anak pertama dari empat bersaudara ini bahkan menuturkan jika uasahanya sempat terseok-seok.
Ia menjual menu pisang ijo dulu hanya satu rasa. Namun kini dirinya memiliki enam varian rasa durian, stroberi, blueberrry, cokelat kacang, dan vanila. Harga yang ditawarkanpun murah hanya Rp 5 ribu per cupnya.
“Tidak segampang membalikkan tangan, tapi yang jelas tiap orang bisa sukses dengan apa pun pilihannya. Kalau mau usaha, harus berani dulu. Kita harus berani memulai, berani punya mental yang baik, berani punya usaha yang bagus dan berani konsisten,” tuturnya.
Kini dengan memasarkannya secara online, Ratih banyak meraup untung besar. Mengapa tidak, pelanggannya tidak hanya dikalangan mahasiswa melainkan seluruh masyarakat Makassar. Dirinya mengaku masyarakat tinggal mengakses pengantaran makanan secara online, dan via facebook dan instagram @bupisangijorate.
“Semua kita layani, semua kta terima bahkan kemarin ada yang pesan 500 porsi untuk acara nikahan, itu salah satu dosen di Unhas, Kalau modal itu sudah kembali empat sampai lima bulan,” jelasnya. (ita)

