RODA nasib yang terus berputar tak akan pernah kita tahu. Kadangkala orang berada di atas kadangpula berada di bawah. Semua tergantung dari kerja keras dan semangat untuk maju. Sri Wahyuni contohnya, dari berbekal semangat ia terus menekuni usaha jualan kue kering, meski alat masak miliknya sangat terbatas.
Laporan: JUNI SEWANG
Bahkan Sri Wahyuni yang hanya seorang ibu rumah tangga ini tak pernah membayangkan memiliki sebuah usaha. Hanya berjualan aneka kue kering, kini dia menjadi pengusaha yang terbilang sukses dan mempekerjakan berapa ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya. Bermula dari sekedar menyalurkan hobby, Sri Wahyuni tak memiliki perangkat apa-apa. Ibu rumah tangga yang sempat terjun bekerja di bidang marketing hotel ini, harus keluar setelah menikah berapa tahun lalu.
Dengan modal percaya diri, ia bersama orang tuanya ikut menjual makanan kecil ke sejumlah kerabat. Dari kediamannya di Jalan Nuri, Sri Wahyuni mendistribusikan kue keringnya melalui sosial media atau dalam jaringan (daring).
Semula, produk yang dijual adalah kue kering yang biasa dikomsumsi pada saat hajatan atau lebaran. Dengan memamfaatkan era modernisasi usaha dari berjualan makanan kecil menjadi bisnis aneka kue kering melalui sosial media. Model kemasan dan distribusi tak lagi dilakukan sendiri, tetapi menggunakan tenaga orang lain.
Sri merintis usaha aneka kue kering kemasan yang langsung didistribusikan ke relasi, hingga minimarket. Iapun memakai mobil sendiri untuk mendistribusikan produknya dan menggunakan moda transportasi daring atau lazim disebut online.
Tak hanya memproduksi makanan sendiri, ia juga mengambil makanan olahan dari pelaku usaha kecil lain untuk dikemas dan didistribusikan.
“Bermula dari kue kering, meramba kue basah, puding, kue tradisional, nasi kotak, dan masih banyak jenis makanan lainnya. Untuk saat ini usaha ini banyak yang melirik,” ucap Sri Wahyuni.
Selain itu, varian produk makanan yang dijual kini mencapai puluhan jenis dari semula hanya tiga jenis. Usaha Sri Wahyuni juga menjual makanan dalam bentuk parsel saat menghadapi musim Lebaran.(*)

