pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dewan Sesalkan Parkir Liar Kembali Marak

Kritisi Kinerja Dishub dan PD Parkir

MAKASSAR, BKM– Anggota DPRD Kota Makassar menyesalkan maraknya kembali parkir liar di sejumlah titik dalam wilayah Kota Makassar. Dia pun berharap penertiban parkir dan penggembokan bagi kendaraan yang parkir sembarangan harus dilakukan berkesinambungan.
“Konsep penertiban parkir dan penggembokan kendaraan oleh Dishub (Dinas Perhubungan) sudah cukup bagus beberapa waktu lalu, dan penertiban parkir ini harus terus dilakukan untuk menyelesaikan persoalan parkir liar di ruas jalan,” ujar anggota Komisi B, Sampara Syarif di gedung DPRD Kota Makassar, Senin (14/2).
Dia pun mengingatkan Dishub terus menata parkir dan jangan dilakukan insidental. Pemantauan harus tetap dilaksanakan sehingga lahir efek jera bagi warga masyarakat untuk tidak parkir sembarangan.
Selain mengkritisi kinerja Dishub Makassar, Sampara juga mempertanyakan keberadaan direksi Perusda Parkir Makassar Raya yang belum memperlihatkan progress kinerjanya, pascadilantik beberapa bulan lalu.”Kami mempertanyakan kinerja PD Parkir, sebab sampai saat ini persoalan perparkiran masih menjadi masalah utama. Kita bisa lihat titik-titik parkir yang amburadul bahkan liar hingga menyebabkan kemacetan, seperti di Jalan Boulevard, di bawah terowongan Mal Panakukang serta di seputaran Jalan penghibur,” jelas Sampara.
Sementara itu, anggota Komisi B lainnya, Fatma Wahyuddin menginginkan pengelolaan parkir yang selama ini dikelola perusahaan swasta ISS seperti di kompleks Ramayana, pusat perbelanjaan lainnya agar pengelolaannya diambil alih oleh PD Parkir Makassar Raya. Pasalnya, warga banyak mengeluh dengan sistem pelayanan mereka,” ujarnya.
Menyikapi hal itu, Direktur Utama (Dirut) PD Parkir, Irianto Ahmad menegaskan, kalau ia sudah memanggil pihak ISS untuk membicarakan mengenai perparkiran di Kota Makassar ini. Termasuk akan terus berusaha untuk mengatasi parkir liar.
“ISS kami sudah panggil, ini akan menjadi program prioritas kita, bukan hanya di Ramayana tapi secara umum akan kami maksimalkan,” janji Irianto.
Selain itu, Irianto menambahkan, kalau pihaknya juga menargetkan 200 titik parkir baru tahun 2016 mendatang. Target tersebut juga dimasukkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) RAPBD Pokok tahun 2016 mendatang.
“Target tahun depan, ada 200 titik baru yang akan dikelolah PD Parkir,” sebut Irianto. Titik pengelolaan PD Parkir saat ini sebanyak 900 titik parkir, jika target tersebut berhasil dipenuhi kedepan titik parkir akan bertambah sebanyak 1.100 titik parkir.
Titik parkir yang menjadi tanggung jawab PD Pakir untuk dikelola yakni, tepi jalan, pelataran, dan retribusi hotel dan pusat perbelanjaan yang disetorkan per bulan. Rusdi melanjutkan, PD Parkir optimis mampu mencapai target pendapatan sebesar Rp 7 miliar dengan bertambahnya titik parkir di Makassar.
“Kalau pendapatan sebesar Rp15 miliar ini berhasil kita peroleh maka secara otomatis deviden yang disetorkan ke Pemerintah Kota Makassar tentu akan meningkat. Dimana tahun depan target deviden kita sebesar Rp1,7 miliar,” ungkapnya.
Ia juga menyebut hingga Desember 2015, PD Parkir telah mampu menyetorkan sebesar Rp900 juta.
Sementara itu, Direktur Utama PD Parkir, Irianto Ahmad mengungkapkan, saat ini pihaknya juga tengah mendata seluruh jukir resmi untuk diverifikasi. Ke depan kata dia, selain pengadaan rompi dan kartu pengenal, jukir akan dilengkapi dengan tanda pengenal lain yakni surat tugas sebagai penanda jukir tersebut resmi terdata di PD Parkir.
“Rompi ini diangap tidak cukup maksimal karena sering dipindahtangankan, sehingga untuk dapat mengetahui jukir tersebut resmi atau tidak butuh tanda pengenal lain seperti surat tugas yang tertempel dibelakang ID card jukir,” tuturnya.
Selain itu, ia juga meyebut ada sekitar Rp200 juta piutang kolektor PD parkir yang belum dilunasi dan menjadi pekerjaan rumah (PR) diperiode-nya setelah menggantikan Direktur sebelumnya Aryanto Dammar. Piutang tersebut terhitung sejak 2012 hingga 2014.
“Piutang ini merupakan target setoran kolektor yang tidak terbayar penuh, sehingga dihitung sebagai piutang. Saya tidak ingin di belakang bermasalah dengan piutang ini sehingga kita sampaikan ke dewan,” katanya.(ita/war/b)



×


Dewan Sesalkan Parkir Liar Kembali Marak

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar