pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hilmiaty Asip, Perempuan dari Bulukumba

BULUKUMBA, BKM–Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba di dominasi oleh kaum laki-laki, namun ada satu perempuan yang juga optimis bisa ikut pada kontestasi pemilihan bupati (Pilbup) 23 September 2020 nanti. Dia adalah kader Partai Hanura, Hilmiaty Asip yang menyatakan diri maju di Pilbup nanti.
Dalam kancah perpolitikan di Butta Panrita Lopi, Ilmi bukanlah politisi yang baru. Wanita berparas cantik hitam manis ini, pernah mencalonkan diri sebagai Caleg Provinsi Sulsel dapil Bulukumba-Sinjai. Saat itu, ia memeroleh suara yang cukup signifikan lebih dari 8 ribu suara. Sayangnya belum ditakdirkan terpilih.
Sebelumnya, Hj. Hilmiaty Asip juga tercatat sebagai legislator Bulukumba 2009-2014 dan 2014-2019. Prestasinya cukup gemilang saat menjadi legislator.
Dengan visi mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan religius serta pemerintah yang profesional dan inovatif melalui kemandirian ekonomi dan optimalisasi wisata, menjadi bukti keseriusannya maju di Pilbup. Wakil ketua DPD Hanura Sulsel itu, telah menyampaikan secara terbuka visi dan misinya.
Pada misi yang diusung, berisi 9 poin penting diantaranya, peningkatan pelayanan, peningkatan kualitas hidup, peningkatan pembangunan ekonomi kreatif, infrastruktur publik, menumbuhkembangkan perekonomian rakyat, menciptakan lapangan kerja, pembinaan keagamaan dan pengembangan potensi wisata.
“Niat baik ini harus disampaikan kepada masyarakat. Begitu banyak dorongan dan dukungan dari keluarga dan warga kepada saya. Mereka kerap kali menyampaikan kepada saya, kapan?. Sebagai bukti keseriusan saya maka kami menyampaikan siap. Sebagai kader Partai Hanura, saya telah mendapat izin dan dorongan, termasuk saat saya mendaftar di PDIP kemarin,ucap Hilmiaty, Minggu (15/9).
Kedati begitu, Hilmiaty tak muluk-muluk, tetap realistis melihat animo masyarakat. Dukungan masyarakat menjadi landasan utamanya.
“Tapi saya harus realistis, posisi apa yang harus saya duduki, apakah 01 atau 02. Saya harus melihat animo masyarakat dan hasil survei. Sebagai kader juga saya telah mendapat support,”ujarnya.
Berkaca pada Pemilu, kata Ilmi, menjadi pembelajaran yang memberi pandangan jika masih banyak hal yang perlu untuk diperbaiki. Baginya, kegagalan lampau bukanlah hal yang harus diratapi dan larut dalam sebuah usaha ke depannya.
” Saya selalu memberi pandangan, belajar dari kegagalan. Beberapa tahapan yang telah saya lalui, dan bisa saya simpulkan mana yang harus diperbaiki. Tugas saya hanya bekerja keras dan berusaha, biar Allah yang menentukan skenario hidup saya. Saya bukan orang yang larut dalam kegagalan. Namun yang terpenting yang perlu diambil yaitu, pembelajaran, analisa, dan menyimpulkan, sehingga menjadikan kita semakin dewasa dan matang. Karena orang yang meratapi kegagalan sesuangguhnya adalag orang yang mati ide, gagasan, konsep dan inovasi,”pungkasnya. (min/rif/d)




×


Hilmiaty Asip, Perempuan dari Bulukumba

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar