pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Modal 20 Ribu, Bisa Browsing Internet Sepuasnya

Ahmad Syaefi Kontraktor yang Melirik Usaha Warkop (2-Habis)

LETAKNYA yang cukup strategis membuat Warkop Bilal banyak dikunjungi berbagai kalangan. Warkop yang terletak di Jalan Racing Centre itu cukup dekat dijangkau dari Universitas Fajar dan Universitas Muslim Indonesia. Sehingga mahasiswa dari dua perguruan tinggi tersebut kerap nongkrong di sana.

Laporan: Rahma Amri

Namun ada juga yang berasal dari kalangan profesional dan tak jarang ASN, khususnya di waktu-waktu pulang kantor.
Salah seorang mahasiswa S2 Universitas Fajar, Al Amin Dursan merupakan salah satu konsumen yang kerap menyambangi warkop tersebut.
“Saya sering ke sini kalau lagi mencari bahan penelitian di internet. Modal Rp20 ribu untuk beli kopi atau jus buah, saya sudah bisa browsing internet sepuasnya untuk kerjakan tugas,” ungkap lelaki yang akrab disapa Al tersebut.
Selain itu, pria yang masih lajang tersebut mengaku menu yang ditawarkan cukup variatif dan terjangkau kantong.
Mulai pisang goreng yang dikreasikan dengan tambahan aneka toping, kopi seduh dari bubuk kopi asli hingga kopi susu, aneka jus dan makanan berat seperti mie instant telur dan mie kering.
“Jadi kita juga bisa nikmati kuliner yang ditawarkan disini,” ungkap Al Amin.
Lain lagi dengan Fadly. Lelaki yang terkenal sebagai seorang wiraswasta itu kerap nongkrong dengan rekan bisnis untuk berdiskusi sekaligus membahas pekerjaan.
“Aksesnya mudah dijangkau. Makanya, dengan beberapa rekan bisnis, kami sering janjian ngopi di sini,” ungkap Fadli.
Di bilangan Racing Centre, tepatnya di kompleks pertokoan dekat sebuah perumahan itu, Ahmad Syafei memiliki dua unit tempat usaha. Satu dinamakan warkop Bilal dan satunya lagi Kedai Bilal. Antara dua tempat nongkrong itu, hanya dipisahkan satu unit ruko.
Berbeda dengan warkop, Kedai Bilal agak lebih eksklusif karena ber AC.
“Itu disiapkan untuk pengunjung yang tidak merokok,” ungkap Ahmad Syafei.
Sementara yang satunya, untuk pendingin ruangan, hanya disiapkan kipas angin.
Selain untuk usaha, warkop rintisannya juga dijadikan wadah untuk beramal karena setiao Jumat, dia memberlakukan pembayaran seikhlasnya bagi para konsumen.
Selain itu, dari hasil hari itu, akan disisihkan Rp500 ribu untuk disumbangkan ke tempat-tempat yang membutuhkan.
Menurut Ahmad, sebenarnya alasan utama mendirikan warkop karena ingin menjalankan sunah nabi.
“Saya merintis usaha lima tahun lalu yakni berdagang. Rasulullah kan berdagang juga. Dengan begitu kita buat lapangan pekerjaan. Saat ini saya sudah mempekerjakan 17 karyawan,” ungkapnya.
Agar bisa tetap bertahan di tengah persaingan warung kopi yang ada di Makassar, Ahmad selalu mengedepankan dan mempertahankan cita rasa kopinya. Dia pun mengambil langsung kopi mentah berjenis robusta arabica dari tangan petani dan meraciknya.
“Kebetulan saya kan punya mesin kopi sendiri,” ungkapnya.
Harga yang ditawarkan untuk secangkis kopi pun sangat terjangkau kantong.
Selain itu, dia melakukan promo dengan tidak mematok harga kepada pelanggannya setiap hari Jumat.
“Jadi, setiap Jumat, pelanggan bisa membayar seikhlasnya. Tidak mematok harga. Walaupun hanya seribu sekalipun,” ungkap Ahmad.(*)



×


Modal 20 Ribu, Bisa Browsing Internet Sepuasnya

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar