BULUKUMBA, BKM–Rapat pleno KPU Bulukumba dengan agenda rekapitulasi perolehan suara lima paslon bupati dan wakil bupati Bulukumba, Kamis (17/12) kemarin dilakukan di aula KPU Bulukumba, dihadiri penjabat bupati Bulukumba Yusuf Sommeng, Kapolres AKPB Selamat Riady, Dandim 1411 Letkol Arh.Budi Laksana, Kepala Kejakasaan Negeri Bulukumba, Panwaslu, PPK sepuluh kecamatan serta masing-masing saksi paslon.
Hingga pukul 14.00 siang kemarin, untuk delapan kecamatan masing-masing Gantarang, Kindang, Rilau Ale, Bulukumpa, Kajang, Herlang, Bontotiro dan Bontobahari. Sedangkan Kecamatan Ujungbulu dan Ujungloe masih sementara direkap. Dan sesuai hasil rekap yang dilakukan komisioner KPU, minus kecamatan Ujungloe dan Ujungbulu, menempatkan pasangan A Sukri Sappewali-Tomy Satria Yulianto pada posisi paling atas dengan perolehan 60.517 suara atau 28,30 persen. Kemudian urutan kedua pasangan H Askar-Nawawi Burhan memperoleh 55.235 suara atau 25,83 persen.
Pasangan nomor urut 2 Kahar Muslim –A.Sabri menempati posisi ketiga dengan perolehan 50.385 suara atau 23,56 persen. Paslon nomor urut 4 dengan tagline Massedii menempati posisi ke empat dengan perolehan suara 31.629 atau 14,75 persen dan pasangan nomor urut lima Jumrana Salikki – Husbiannas Alsi menempati posisi kelima dengan perolehan suara 16.100 suara atau 7,53 persen.
Setelah istirahat sejenak, Isoma, rekap kembali dilanjutkan, namun suasana ruangan mulai berubah setelah saksi Paslon nomor urut 3, Irfan Salasa, melakukan protes, Irfan menuding kinerja penyelenggara buruk. Menurutnya hasil rekapitulasi yang dilakukan PPK Kecamatan Rilau Ale, terdapat kekeliruan, khususnya pada TPS 02 desa Topanda. Menurutnya Form C6, digunakan yang bukan pemiliknya. “ Masa ada C6 digunakan oleh orang lain dan orang itu bukan namanya dalam DPT C6 ‘’tegas Irfan.
Irfan mengaku ada yang aneh dalam penggunaan C6 milik orang lain. “Saya melihat ini aneh, masa petugas sudah mengetahui kalau bersangkutan bukan namanya di C6, tetapi petugas tetap memberi kesempatan kepada orang itu untuk memilih,’’beber aktivis ini.
Mendengar pernyataan Irfan, ketua PPK Kecamatan Rilau Ale Herman balik menyalahkan Panwas Kecamatan yang tidak merekomendasikan terkait adanya laporan penggunaan C6 oleh orang lain, bahkan Herman mengaku pihaknya menunggu hingga dua hari pasca Pilkada, namun tidak ada rekomendasi Panwascam.
Pantauan diluar kantor KPU, rekapitulasi perolehan suara di KPU, berlangsung aman sesuai rencana, dan tidak terlihat adanya mobilisasi massa, seperti sehari sebeumnya. Meskipun tidak ada mobilisasi masa, aparat pengamanan terlihat tetap siaga, bahkan kawat berduri dipasang sekeliling jalur masuk kantor KPU, dan satu mobil water canon terus terparkir depan kantor KPU Bulukumba, demikian pula dengan personil Brimob bersama TNI dan satpol PP terus berjaga-jaga disekitar kantopr KPU.(edy/rif/c)
Rekap KPU Bulukumba, ST 15 Unggul
×

