pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ojol Dinilai Biang Kemacetan

MAKASSAR, BKM–Salah satu penyebab terjadinya kemacetan di Makassar kini bukan lagi disebabkan oleh petepete. Namun, para taksi online dan ojek online lah yang justru kerap memadati jalanan.
Mereka kerap kali berkumpul memadari area padat pengunjung. Seperti di pusat perbelanjaan, pusat pendidikan, bahkan di beberapa cafe dan tempat makan.
Hal ini pun diakui Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muh Mario Said. Ia menilai, salah satu penyebab kemacetan di Kota Makassar kini lantaran pengendara ojek online sering berkerumunan di depan pusat perbelanjaan.
Mario mengatakan, pengendara ojol memanfaatkan trotoar dan bahu jalan untuk parkir sambil mencari penumpang. Sehingga bisa mengganggu arus lalu lintas.
“Perlu ada perlakuan khusus mengenai ojol. Kita berharap teman-teman ojol kalau mau menunggu penumpang cari tempat yang tidak mengganggu arus lalu lintas,” imbau Mario.
Mario pun menambahkan, jika pengendara ojol ini sebenarnya sudah dilengkapi dengan aplikasi yang berbasis online yang mampu mendeteksi lokasi penumpang. Sehinga, pengendara ojol seharusnya mencari tempat menunggu yang tak menciptakan kemacetan.
“Sekarang ojol layaknya bentor, berkerumun, untuk apa? padahal dia kan punya apkikasi,” ungkapnya.
Seyogyanya pengendara tersebut mencari tempat parkir yang jauh dari tempat keluar area-area tersebut. Ia menilai kemacetan terus terjadi lantaran perilaku dan kemauan untuk melihat Kota Makassar lebih baik yang minim.
“Tapi kalau sebagian besar masyarakat berpikir tidak mau peduli terhadap Kota Makassar maka hasilnya seperti ini, macet,” ungkapnya.
Mario pun menegaskan, jika pihaknya sudah seringkali berbicara dengan pengendara ojol agar mencari tempat yang lebih baik untuk mencari penumpang. Namun, tingkat kesadaran pengendara untuk tak menciptakan kesemrawutan masih kecil.
“Kita juga sudah sering mengambil tindakan berupa pengembokan bagi pengendara yang melanggar dan tak menaati rambu-rambu lalu lintas. Tapi kembali lagi pada perilaku masyarakat,” paparnya.(nug)



×


Ojol Dinilai Biang Kemacetan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar