MAROS, BKM — Sebanyak 40 orang kepala sekolah dan pengawas sekolah mengikuti kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) pengimbasan program Penguatan Pedidikan Karakter (PPK) terintegrasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kabupaten Maros.
Bimtek ini dilaksanakan di SMPN 2 Unggulan Maros. Setelah berlangsung selama empat hari, Bimtek ini resmi ditutup H Muis, Kepala Bidang Pendidilan Dasar dan Menengah, kemarin. Penutupan Bimtek ini turut dihadiri Kasubdit Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan Tendik, Suharno M Sajim, fasilitator pusat masing-masing Mulyadi, Widyakersana, Ngadimin, serta fasilitator daerah Jabaruddsin Pasuloi dan Hj Nurwahidah.
Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah, H Muis, pada acara tersebut, mengatakan, Bimtek ini sendiri bertujuan memperkuat pemahaman dan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah dalam mengimplementasikan PPK disatuan pendidikannya masing-masing. Ini sejalan dengan semangat untuk melindungi hak peserta didik atas perlindungan keamanan selama berada di lingkungan sekolah.
”Kami berharap, ilmu yang didapat selama Bimtek agar para kepala sekolah dan pengawas SD dan SMP dapat mengimplementasikan ke sekolah binaannya masing-masing,” harap Muis.
Pada kesempatan tersebut, Muis atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros dalam hal ini dinas pendidikan menyampaikan terimakasih kepada fasilitator pusat. Karena Kemendikbud RI telah menugaskan anggotanya secara langsung menjadi narasumber pada acara Bimtek ini. Sehingga para kepala sekolah dan pengawas dapat mewujudkan implementasi PPK yang terintgrasi dengan SPAB dalam penyelenggaraan pendidikan disetiap satuan pendidikan di Kabupaten Maros.
”Mudah-mudahan pengetahuan yang didapat para kepala sekolah dan pengawas sekolah dapat lebih cepat diimbaskan di sekolahnya masing-masing,” ujar Muis.
Sementara itu, salah seorang fasilitator pusat, Mulyadi, pada penutupan tersebut mengatakan, kegiatan yang digelar selama empat hari ini digunakan dengan waktu yang luar biasa. Sehingga tiap hari, kegiatan baru berakhir pada waktu jelang magrib.
Ia juga mengapresiasi semangat dan antusias peserta menjadi suatu energi positif bagi para fasilitator. ”Awalnya kami merasa datang sebagai tamu. Namun ternyata tidak demikian. Semua peserta adalah bagian dari kami,” ujar Muliadi.
Dijelaskan Muliadi, proses hasil Bimtek sudah dilakukan fasilitator daerah dengan metode pembelajaran ‘Adahogig’. Yakni peserta tidak dianggap sebagai satu wadah kosong airnya. ”Tapi kami menganggap suatu wadah yang sudah terisi penuh, lalu ditambahkan lagi oleh para fasilitator daerah. Sehingga wadah tersebut meluap. Luapan itulah justru akan menjadi virus kebaikan yang menjadi modal utama untuk menjadikan investasi PPl di sekolah masing-masing dan sekolah binaan bagi pengawas sekolah. Saya berharap, mudah-mudahan ilmu yang diproleh selama Bimtek bisa menjadi modal utama kita semua dalam memperbaiki pendidikan di Indonesia. Karena target kita adalah melahirkan generasi emas 2045 mendatang,” ujar Muliadi.
Ditambakan Muliadi, seluruh rangkaian proses kegiatan, dari sekian banyak materi yang disampaikan fasitator daerah dengan berbagai aspek penilaian, mulai dari aspek sikap, tugas atau keterampilan, pengetahuan dan melalui tes akhir, hasilnya cukup signifikan.
Untuk aspek sikap, nilainya sebanyak 85,50 persen, aspek tugas 85,83 persen. Jadi dari keseluruhan nilai bobot dari aspek sikap dan tugas sebanyak 70 persen. Sedangkan bobot teks akhir sebanyak 30 persen. Hingga total keseluruhan sebanyak 70,52 persen.
Namun tidak berlaku rata-rata dari seluruh peserta. Karena ada 3 peserta kategori baik sekali, 32 kategori baik, dan 5 kategori cukup.
”Semua peserta yang ikut bimtek PPK terintegrasi SPAB dinyatakan lulus. Hanya ada lima peserta mendapatkan nilai cukup,” tutup Muliadi. (ari/mir/c)
Bimtek PPK Diharap Dapat Bangun Bangsa Berkarakter
×

