MALILI, BKM — Komunitas Sanggar Tari Kuda Lumping Campur Sari Taruna Jaya Desa Kalaena Kiri diresmikan Bupati Luwu Timur, HM Thoriq Husler. Peresmian ditandai pemotongan tumpeng oleh Bupati, Minggu (20/10).
Tarian Kuda Lumping disebut Jaran Kepang atau Jathilan yang merupakan tarian tradisional Jawa menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda. Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu atau bahan lainnya yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda, dengan dihiasi rambut tiruan dari tali plastik atau sejenisnya yang di gelung atau di kepang.
Anyaman kuda ini dihias dengan cat dan kain beraneka warna. Tarian kuda lumping biasanya hanya menampilkan adegan prajurit berkuda, akan tetapi beberapa penampilan kuda lumping juga menyuguhkan atraksi kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut.
“Selamat kepada komunitas Tari Kuda Lumping Campur Sari Taruna Jaya. Semoga tetap menjadi bagian penting dari kekayaan budaya masyarakat di Luwu Timur,” kata Husler.
Ia menambahkan, Tari Kuda Lumping adalah seni tradisional yang harus dilestarikan. Tak hanya dari aspek budaya, namun juga dari sisi penampilan. Ini yang mungkin harus dijaga tetap baik. (rls)
Editor: Irwan Lupus
Komunitas Tari Kuda Lumping Diresmikan
×

