pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sekalian Membuat Kaos Bergambar Group Band

Wibi Januar Saputra, Pemilik Usaha Kaset Pita (2-Habis)

BAGI Wibi, untuk mengais rejeki tidak hanya berjualan kaset pita saja, tetapi ia juga berjualan baju kaos bergambar group band sesuai di sampul kaset tersebut.

Laporan: ARDHITA ANGGRAENI

Hobinya mengambar di baju kaos tidak hanya untuk usahanya, tetapi desain gambar tersebut juga dipesan oleh pemilik sablon. Tidak main-main hobinya bisa dihargai Rp 400 ribu hingga Rp1 juta.
“Ke depan saya ingin menambah koleksi kaset dan kaos band. Saya memulai membuka usaha dari gambar saya sendiri,”ungkapnya kepada penulis.
Tidak hanya itu, Widi juga memberikan inspirasi kepada kaum muda bahwa menjadi pengusaha muda bisa dilakukan asalkan kita mengetahui bakat dan hobi kita sendiri.
Koleksi baju kaos yang ia jual didominasi cover album band dan Komik. Sebab permintaan pelanggannyapun banyak yang merekomendasikan gambarnya dari dua jenis tersebut. Memasarkannyapun Widi akui hanya memasarkan lewat online.
“Lebih banyak saya menjual kaos bergambar komik dan cover band lewat online. Kalau cover album dari beberapa Band untung yang saya dapat Rp500 ribu sampai Rp1 juta satu gambar,” bebernya.
Ditanya soal teknik perawatan kaset pita, Wibi menyebutkan bukan perkara sulit bagi penggemar kaset pita untuk mempertahankan kualitas suara. Menurutnya, para penggemar kaset pita hanya perlu sering memutar kaset analog dan membersihkan kaset tersebut. Dengan demikian, kaset tetap bisa diputar kapan saja pembeli inginkan.
“Sebagai penikmat dan pengoleksi kaset pita, saya selalu berpesan kepada pembeli saya juga untuk dapat menjaga kaset pita ini. Suatu saat kaset pita itu tentu akan semakin langka, jadi saya harap si pembeli bisa melestarikannya dan menjaganya,” ujarnya.
Kepada penulis, Wibi juga menceritakan kalau keinginannya berjualan kaset pita karena berawal dari hobi dan mengemari koleksi kaset sejak duduk di bangku sekolah menengah.
Bahkan pria kelahiran Makassar 20 Januari 1995 ini sudah menggeluti bisnis penjualan kaset pita sejak 2012 lalu. Namun untuk menjadi pengusaha kaset pita, Wibi memilih menabung uangnya sejak sekolah untuk bisa mengoleksi secara perlahan kaset-kasetnya hingga bisa ia jual seperti saat ini.
“Saya menjual dari tahun 2012. motivasi saya itu ingin memperkenalkan lagi kaset pita yang selama ini menghilang dan tidak pernah muncul di era sekarang. Kita munculkan ke teman-teman sekarang ini kaset pita masih ada,”ungkapnya.
Selain itu, Wibi menuturkan dirinya kerap memutar musik-musik lawas dengan pemutar kaset. Modal membesarkan usaha kasetnya, Wibi kumpulkan dari upahnya menjadi barista di salah satu cafe di Makassar. “Modal yang saya keluarkan itu tidak terlalu banyak, pertama dari koleksi terus menumpuk daripada disimpan mendingann saya jual sebagian sebanyak 600 kaset,” ucapnya.
Harga kaset pita yang dijual Wibi dari tahun 80 an ini djual seharga Rp150 ribu hingga Rp300 ribu tergantung cover band dan rilis album kaset tersebut. Keuntungan yang didapatkan Wibi dari harga jual itu tentu ada, namun menurutnya bisa membantu ekonominya.
“Sebenarnya usaha ini saya jalankan berdasarkan hobi. Tidak jual umum dan yang membelipun itu dari teman-teman komunitas,”bebernya.
Tidak hanya itu, membuka usaha ini juga tidak mendapat restu dari orangtua. Sebab menurutnya, menjadi pengusaha kaset sangat tidak menjanjikan dan tidak bisa memperbaiki perekonomian keluarga. Terlebih lagi Wibi ini adalah anak kedua dari tiga bersaudara yag rela tidak melanjutkan kuliah demi menabung dan membuka usahanya.
“Orang tua juga sempat tanya, diapakan semua kaset-kaset ku ini. Tapi karena hobi saya dan suka berapa band dan cover albumnya akhirnya orang tua merestui untuk membuka usaha tersebut,” katanya.
Bahkan tambah Wibi, kecintaan pada karya musik membuat derasnya internet tidak begitu berpengaruh. Ia menyebutkan, hingga kini penjualan pemutar kaset atau tape, kaset, bahkan piringan hitam masih berjalan. “Bagi orang tertentu, mendengar musik lewat kaset dengan pemutar musik tape ada kepuasan tersendiri. Beda dengan mendengar CD, apalagi download,” kata pria gonrong tersebut.(*)



×


Sekalian Membuat Kaos Bergambar Group Band

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar