MAKASSAR, BKM –Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto lagi-lagi menegaskan, kalau setiap pelaksanaan retrutmen pejabat maupun kepala sekolah tidak ada istilah dekkeng atau memungut bayaran.
Dekkeng atau orang yang mengaku bisa meloloskan calon, jelas wali kota, tidak berlaku di Pemerintah Kota Makassar.”Pejabat yang akan duduk mengisi kursi nomor satu di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun menjabat Kepala Sekolah adalah orang pilihan dari hasil seleksi. Seperti halnya tes calon kepsek, saya tidak mengenal namanya pugutan atau istilah dekkeng. Saya mau ujian ini benar-benar murni,” tegas Danny sapaan akrab wali kota saat meninjau pelaksanaan tes calon kepsek di dua tempat yakni di SMAN 16 dan di SMPN 2 Makassar, Senin (21/12).
Menggunakan jas berwarna abu-abu dengan peci hitam, Danny Pomanto memperhatikan satu persatu calon Kepsek yang serius mengikuti tes tertulis. Danny juga berpesan ke seluruh peserta tes untuk melaporkan jika ada temuan pungutan uang dan adanya dekkeng selama tes berlangsung.
“Kalau ada kita temukan pungutan uang atau orang yang mengaku bisa meloloskan peserta (dekkeng) segera laporkan ke saya, jangan takut. Tes yang dilaksanakan hari ini (kemarin-red) untuk melihat sejauhmana kemampuan serta kualitas para calon,” tandasnya.
Ia juga berharap, pelaksanaan tes akademik di hari pertama merupakan gerbang dalam meningkatkan dunia pendidikan di Kota Makassar yang lebih maju.”Saya berharap tahun depan Pemerintah Kota Makassar sudah mendapatkan Kepsek yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Dan saya akan tetap mengevaluasi kinerja kepsek selama enam bulan sekali,” tegasnya.
Pantauan BKM di lokasi tes, sebanyak 935 peserta dari total 948 peserta yang menerima kartu tes mengikuti ujian hari pertama. Terdapat 13 peserta yang tidak hadir tanpa alasan dipastikan gugur secara langsung, karena panitia tidak memberikan waktu untuk mengulangi tes tertulis.”Kita tidak akan memberikan kesempatan yang kedua kalinya untuk peserta tes yang tidak hadir hari ini (kemarin-red). Kita telah memberikan cukup waktu untuk mendaftar hingga mendapatkan kartu tes, apalagi waktu sudah sempit untuk menentukan kepsek yang berkualitas,” jelas Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Makassar, Hasbi.
Sementara itu, di lokasi tes, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Makassar Alimuddin Tarawe yang mendampingi wali kota mengaku, tidak mempersoalkan peserta yang tidak mengenakan baju seragam Binmas warna hijau. Menurutnya, meskipun pakaian peserta telah ditetapkan menggunakan pakai Binmas, tapi jika ada peserta yang tidak mengindahkan, itu tidak jadi masalah, yang jelas panitia sudah memberikan teguran kepada peserta yang dimaksud.”Kita tidak wajibkan menggunakan pakaian Binmas, tapi kita juga ingin peserta bisa melihat kedisiplinan para peserta. Inikan masih ada proses selanjutnya, dan panitia yang akan menilai,” ucapnya.
Di tempat terpisah, Suadi, peserta tes mengaku sangat bersyukur adanya seleksi terbuka tersebut. Pasalnya, dengan mengandalkan pengetahuan atau pengalamannya selama 35 tahun menjadi guru, ia yakin dapat lulus dengan nilai yang baik.
“Berdasarkan persyaratan yang dikeluarkan untuk dapat mengikuti tes calon Kepsek, saya rasa sudah memenuhi persyaratan mulai dari segi pendidikan, kemampuan dan pengalaman,” katanya.
Lebih jauh, pantauan tes calon kepsek juga dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan, Sabri dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Makassar, Baso Amiruddin. Rencananya tes di hari kedua, Selasa (22/12) hari ini, dilaksanakan tes wawancara. (arf/b)

